Get Healthy : Konten Kreator Ini Beberkan Trik Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Olahraga, Seperti Apa?
Dokumentasi Frantino
Health
Get Healthy

Tak kunjung kurus meski sudah rutin berolahraga? Jangan khawatir! Kali ini, Frantino Matthew Hutagaol akan mengupas tuntas trik khusus agar olahraga lebih banyak bakar kalori. Apa saja?

WowKeren - Mengontrol jumlah kalori masuk dan keluar adalah hal yang wajib dilakukan jika ingin menurunkan berat badan. Cara ini bisa didukung dengan menjaga pola makan serta rutin berolahraga. Seperti yang dilakukan oleh Frantino Matthew Hutagaol. Konten kreator berusia 22 tahun ini pernah mengontrol kalori yang masuk dan keluar untuk menurunkan berat badan.

Perjalanan Frantino menurunkan berat badan dimulai ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu, ia mengalami obesitas dengan berat badan 112 kilogram. Ia juga sempat menderita asam urat hingga membuatnya susah berjalan. Ditambah, kehidupan bersosialnya mulai terganggu. Ia banyak mendapatkan bullying dari orang-orang sekitarnya. Sejak saat itu, Frantino mantap memutuskan untuk diet.



Photo-INFO

TikTok/ino_gaol




Saat diet, Frantino mengurangi secara ekstrem porsi makannya. Ia bahkan hanya makan sayur dan buah saja. Selain itu, ia juga rutin olahraga kardio dengan melakukan joging ringan. Setelah beberapa lama, perjuangannya pun membuahkan hasil. Ia sukses menurunkan berat badan dari 112 kilogram menjadi 54 kilogram. Baginya, jika semakin kurus, maka akan semakin bagus tubuhnya.

Lulus dari bangku SMA, Frantino pun menyadari bahwa mindset-nya tidak benar. Kemudian, ia pun memperbaiki pola hidupnya dengan mencoba olahraga kalistenik (olahraga dengan memaksimalkan berat tubuh kita sendiri dalam proses melatih otot). Sejak saat itu, ia mulai paham bagaimana membuat pembakaran kalori supaya lebih maksimal.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Frantino secara khusus berbagi trik agar pembakaran kalori bisa maksimal saat berolahraga. Seperti apa? Simak penuturan Frantino berikut ini.

(wk/yoan)

1. Perbaiki Mindset dan Temukan Olahraga Terbaik


Perbaiki <i>Mindset</i> dan Temukan Olahraga Terbaik
Instagram/frantinomatthew

Sebelum memulai olahraga, Frantino menyebut bahwa seseorang harus memperbaiki mindset terlebih dahulu. Hal ini dilakukan dengan tidak menganggap olahraga sebagai sebuah siksaan.

"Olahraga itu harus dijadikan gaya hidup. Kita jangan anggap olahraga itu sebagai siksaan. Itu paling penting," tutur Frantino. "Kalau mindset-nya sudah oke dan enjoy, mau olahraga kayak gimana juga bagus-bagus saja."

Frantino juga menambahkan bahwa pembakaran kalori saat olahraga akan lebih maksimal jika sudah menemukan olahraga yang cocok. Untuk menemukannya, seseorang wajib mengenal batas kemampuan tubuh masing-masing terlebih dahulu.

"Pertama, kita harus kenal sama badan kita sendiri dulu. Itu yang paling penting. Kalau ngomongin soal olahraga, ya kita harus cari yang nyaman dan cocok dengan kita," jelas Frantino. "Kalau kita sudah enjoy, tahu apa yang kita suka, sudah dapat celahnya, pembakaran kalori itu pasti sudah efektif banget."

2. Konsumsi Kopi Tanpa Gula Sebelum Berolahraga


Konsumsi Kopi Tanpa Gula Sebelum Berolahraga
TikTok/ino_gaol

Agar lebih semangat, biasanya Frantino akan mengonsumsi kopi terlebih dahulu sebelum berolahraga. Kandungan kafein dalam kopi bisa memacu detak jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Alhasil, tubuhnya menjadi lebih siap saat berolahraga.

"Kurang lebih setengah jam sebelum olahraga, saya minum kopi hitam yang tanpa gula. Badan ini sudah kayak terpacu duluan kalau minum kopi," jelas Frantino. "Kopi itu kan ada kafeinnya. Itu membantu menaikkan detak jantung saya. Jadi, saat olahraga performanya meningkat, semangat, enggak harus pemanasan dan stretching terlalu lama. Tapi, baru mulai (olahraga) sudah semangat duluan."

Selain menjadi lebih bersemangat, konsumsi kopi sebelum olahraga juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Ketika metabolisme meningkat, tubuh akan semakin banyak membakar lemak saat berolahraga.

3. Lakukan Olahraga dengan Intensitas Tinggi


Lakukan Olahraga dengan Intensitas Tinggi
TikTok/ino_gaol

Jika ingin pembakaran kalori lebih maksimal, Frantino menyarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi atau HIIT (High Intensity Interval Training). Saat melakukan HIIT, seseorang masih akan merasakan efek pembakaran kalori bahkan 2-3 jam setelah berolahraga.

"Jadi yang paling banyak bakar kalori itu ada yang namanya HIIT (High Intensity Interval Training). Itu sebenarnya kayak gabungan antara kardio dan angkat beban. Olahraganya enggak lama, sekitar sekitar 8-10 menit," ujar Frantino. "Dia (HIIT) masih ada afterburn effect (peningkatan pembakaran setelah berolahraga). Jadi, sampai 2-3 jam setelah olahraga itu pembakaran kalorinya masih berjalan."

Meski dengan durasi yang sebentar, intensnya gerakan pada HIIT kadang dirasa terlalu berat bagi kebanyakan orang. Jika hal ini terjadi, seseorang bisa saja menyiasatinya dengan menambah durasi olahraga namun dengan intensitas yang lebih ringan. Menurut Frantino, asalkan tubuh mulai terasa lelah, maka kalori yang terbakar sudah maksimal.

"Misalnya kalau kita mau bakar 300 kalori, kita harus lari 30 menit. Kalau dengan HIIT, kita cuma butuh 10 menit. Itu pilihan sih sebenarnya," lanjut Frantino. "Kalau saya sudah merasa capek banget, berarti kalorinya sudah banyak terbakar. Kalau masih segar-segar saja, kayaknya masih kurang. Karena kan energinya habis, kalori itu energi. Nah, di situ saya mengambilnya."

4. Perhatikan Jeda Istirahat Saat Berolahraga


Perhatikan Jeda Istirahat Saat Berolahraga
pexels/energepic.com

Saat melakukan HIIT, penting untuk memberikan jeda istirahat antar gerakan. Hal ini dilakukan agar ritme detak jantung menjadi lebih terkontrol. Meski demikian, Frantino menyarankan untuk tidak terlalu lama mengambil jeda istirahat. Pasalnya, istirahat yang terlalu lama membuat pembakaran kalori menjadi tidak efektif.

"Jadi di HIIT pakai sistem waktu. Misalnya kita setting geraknya 45 detik, istirahatnya 15 detik," tutur Frantino. "Jadi, jeda buat istirahat itu benar-benar terbatas. Kan biasanya orang-orang istirahatnya kelamaan, bisa sampai lima menit untuk ke gerakan selanjutnya. Itu enggak efektif."

Berbeda dengan HIIT, seseorang bisa mengambil istirahat yang lebih lama saat melakukan angkat beban. Hal ini dilakukan karena fokus utama dalam olahraga angkat beban bukan sekedar membakar lemak, tetapi juga meningkatkan massa otot.

"Nah, latihan beban itu juga membakar kalori. Tapi, enggak fokus membakar lemak. Tapi fokus ke membentuk otot," ungkap Frantino "Kalau ngomongin olahraga yang membangun otot, misalnya angkat dumbbell, istirahat satu menit enggak masalah."

5. Lakukan Olahraga Saat Perut Kosong


Lakukan Olahraga Saat Perut Kosong
TikTok/ino_gaol

Hal lain yang Frantino lakukan agar olahraganya lebih banyak membakar kalori adalah memastikan perut kosong saat olahraga. Dalam keadaan perut kosong, tubuh akan mengambil cadangan lemak sebagai sumber energi. Akibatnya, pembakaran kalori dari lemak menjadi lebih maksimal.

"Sebetulnya lebih efektif (olahraga) saat perut kosong. Nah, kalau kita olahraga dalam kondisi perut kosong, pembakaran lemak di badan kita itu akan lebih efektif," beber Frantino. "Karena kalorinya enggak ada. Kemudian, badan kita secara otomatis mengambil lemak yang ada di badan kita sebagai sumber energi."

Meski demikian, cara ini juga bisa berisiko bagi sebagian orang, seperti tidak bertenaga hingga lemas saat berolahraga. Untuk menyiasatinya, lakukan olahraga setidaknya tiga jam setelah makan.

"Kalau mau makan pun saya kasih jeda setidaknya tiga jam sebelum olahraga. Kalau perut saya terisi sama makanan, terus saya olahraga, itu malah jadi pengen muntah," jelas Frantino. "Kalau saya lebih suka olahraga dalam keadaan perut kosong karena olahraga saya kan mostly kalistenik."

6. Pastikan Istirahat Cukup Setelah Berolahraga


Pastikan Istirahat Cukup Setelah Berolahraga
pexels/Acharaporn Kamornboonyaru

Terlalu sering melakukan olahraga dengan intensitas tinggi atau kardio memang akan efektif membakar kalori. Namun, otot dalam tubuh juga berpotensi ikut terkikis. Untuk menghindari hal itu, Frantino pun menggabungkan antara olahraga kardio dengan angkat beban.

"Kalau misalnya kita cuma olahraga kardio terus, pembakaran kalori akan efektif, tapi ada kemungkinan juga otot kecil. Karena kalau kita bakar kalori, ya lemak terbakar tapi otot juga bisa terkikis," terang Frantino. "Kalau sekarang saya dicampur olahraganya. Kardionya cuma 1-2 kali dalam satu minggu. Sisanya saya latihan beban."

Keseimbangan kedua olahraga ini tentu saja membuat pembakaran kalori jadi lebih maksimal. Pasalnya, pembangunan otot juga membutuhkan kalori. Semakin banyak otot yang dibangun, semakin banyak pula kalori yang dibutuhkan. Selain itu, agar pembentukan otot lebih sempurna, usahakan tidur minimal tujuh jam setiap hari.

"Otot bukan bertambah saat kita angkat beban, tapi saat kita tidur. Jadi, saat kita angkat beban, itu merusak otot sebenarnya," lanjut Frantino. "Nah, saat kita tidurnya cukup, sistem tubuh kita akan secara otomatis mengisi dengan sel otot baru. Biar ototnya bertambah, itu pakai kalori. Jadi, kalau angkat beban dan tidurnya cukup minimal tujuh jam, pasti pembakaran kalorinya juga lebih efektif."

7. Olahraga Bukan Satu-satunya Jalan untuk Membakar Kalori


Olahraga Bukan Satu-satunya Jalan untuk Membakar Kalori
Instagram/frantinomatthew

Saat ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa olahraga merupakan satu-satunya jalan untuk membakar kalori. Padahal, hal itu tentu saja salah besar. Segala sistem yang terjadi di dalam tubuh kita seperti pernapasan hingga pencernaan juga membutuhkan kalori.

"Kita enggak boleh menganggap olahraga itu sebagai satu-satunya cara membakar kalori. Jadi, kalau masih banyak orang yang beranggapan, 'kalau makan ini gua harus lari sekian jam nih'. Itu salah," ungkap Frantino. "Kita tidur, jantung kita berdetak, pencernaan, dan kita berpikir itu pakai kalori. Jadi, kalori yang kita pakai saat olahraga itu cuma sekitar 15%-20% dari jumlah total kalori yang kita makan. Sisanya buat sistem tubuh kita."

Dengan memahami jika olahraga bukan satu-satunya jalan untuk membakar kalori, seseorang tidak akan terbebani dan merasa nyaman saat berolahraga. Saat hal itu terjadi, tentu saja pembakaran kalori menjadi lebih maksimal.



You can share this post!