HITSfluencer : Elizabeth Sitio, Dari Ajang Pencarian Bakat Sampai Viral Jadi Beatboxers TikTok
Instagram/elizabethsitio
Selebriti
HITSfluencer

Sempat ikuti ajang pencarian bakat, Elizabeth Sitio kini eksis tampilkan beatbox di media sosial. Seperti apa keseruan perjalanan Elizabeth sebagai konten kreator beatbox? Ini dia kisah selengkapnya.

WowKeren - Pesatnya perkembangan media sosial membuat banyak kreator tak segan menampilkan bakat-bakat terbaik. Seperti yang dilakukan oleh Elizabeth Sitio, pemilik akun TikTok @chaaaakk. Wanita yang akrab disapa Chaca ini terkenal berkat keterampilannya membuat alunan musik hanya dengan menggunakan mulut atau beatbox.

Mulai aktif di TikTok sejak tahun 2020, Chaca kini sudah menjaring lebih dari 1,6 juta pengikut dengan 32,5 juta likes. Mahasiswi STBA Prayoga Padang jurusan Sastra Inggris ini mampu membuat seni beatbox makin dikenal banyak orang.



Salah satu konten Chaca yang mendapatkan banyak perhatian adalah saat ia melakukan tantangan beatbox di depan polisi. Keberanian Chaca unjuk bakat on the street di hadapan publik ini pun mendapat total lebih dari 9 juta kali penayangan.

Konten lain Chaca yang tak kalah populer adalah saat ia bersama grupnya, VOXTRONOME, melakukan cover beatbox musik viral TikTok "DJ Nansuya". Asyiknya alunan musik grup yang beranggotakan Chaca, Marchel, dan Chris ini berhasil membuat kagum netizen. Hingga kini, unggahan ini pun sudah ditayangkan lebih dari 10 juta kali.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Chaca secara khusus membongkar perjalanan awal mengenal beatbox hingga jadi seorang konten kreator. Penasaran seperti apa kisahnya? Simak artikel selengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Temukan Bakat Berkat Rasa Insecure


Temukan Bakat Berkat Rasa <i>Insecure</i>
TikTok/chaaaakk

Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Chaca mengaku sangat menyukai olahraga basket. Namun, ia terpaksa berhenti bermain basket karena kecelakaan. Ia pun merasa insecure karena kehilangan bakat. Sampai akhirnya, ia tertarik dan mulai mendalami dunia beatbox.

"Awalnya dari insecure sama teman-teman yang punya bakat sih. Terus aku mikir, 'aku harus punya bakat apalagi ya selain basket'," ungkap Chaca. "Akhirnya aku coba cari-cari, aku inginnya musik. Aku pikir, musik paling bikin orang tertarik. Akhirnya aku pilih beatbox karena enggak ada alat yang harus dibeli, cuma pakai mulut doang."

Berawal dari rasa insecure, Chaca jadi makin serius mendalami beatbox. Ia pun mempelajari teknik basic hingga efek-efek sound berbekal video-video di YouTube. Meski belajar secara otodidak, ia kini sudah mampu membuat musik beatbox-nya sendiri.

"Pada zamannya, aku belajar beatbox itu di YouTube. Di Jakarta ada sekolah beatbox, tapi karena aku di luar kota, jadi modal video saja deh," lanjut Chaca. "Aku coba belajar sebulan, tahunya bisa basic, lanjut ke efek-efek sound, dan akhirnya sekarang sudah lima tahun lebih, dan sudah bisa bikin beatbox sendiri."

2. Dari Minivlog Sampai Konten Beatbox


Dari <i>Minivlog</i> Sampai Konten <i>Beatbox</i>
TikTok/chaaaakk

Ketika sudah cukup mahir, Chaca memberanikan diri mengunggah video beatbox-nya ke Instagram. Di sana, ia mulai menjaring banyak pengikut. Sayangnya, suatu hari ponsel Chaca rusak hingga ia terpaksa absen mengunggah konten. Keadaan ini membuat Chaca perlahan kehilangan para pengikutnya.

Setelah kehilangan followers di Instagram, Chaca akhirnya mencoba TikTok. Ia mulai dengan mengunggah video-video estetis hingga konten tentang budaya Indonesia. Tak disangka, banyak followers lamanya di Instagram mengenali dan meminta Chaca untuk melakukan beatbox. Sejak saat itu, ia secara konsisten mengunggah konten tentang beatbox.

"Akhirnya aku memutuskan di TikTok. Di TikTok ini sebenarnya aku enggak buat video beatbox dulu awalnya," ujar Chaca. "Aku bikin video estetis, reinkarnasi, dan segala macam yang mengangkat budaya Indonesia, tahunya orang-orang pada inget aku, si Chaca yang beatbox. Ya sudah, akhirnya aku up juga konten beatbox, tahunya makin ramai."

Menurut Chaca, tidak banyak orang yang mampu melakukan beatbox, apalagi seorang perempuan. Karena itulah, ia merasa percaya diri dan makin semangat terus membuat konten beatbox.

3. Dapatkan Pelajaran Berharga dari Kegagalan


Dapatkan Pelajaran Berharga dari Kegagalan
TikTok/chaaaakk

Chaca juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti "Indonesia Mencari Bakat" (IMB) pada tahun 2021 lalu. Saat itu, ia memilih TikTok untuk mengunggah video audisi. Dalam video tersebut, Chaca bersama kedua rekannya, Marchel dan Chris yang tergabung dalam grup VOXTRONOME dengan atraktif menampilkan kolaborasi musik beatbox yang unik. Mereka pun dinyatakan lolos audisi dan masuk 50 besar.

"Jadi karena punya massa, kami upload (video audisi) di TikTok, biar ramai. Terus, tahunya kami lolos 50 besar, setelah itu kami dinyatakan enggak lolos (tahap selanjutnya)," kenang Chaca. "Tapi, kami dapat golden ticket dari Kak Cinta Laura dan masuk 22 besar. Setelah itu, kami enggak lolos lagi ke babak selanjutnya."

Meski perjalanan Chaca bersama VOXTRONOME harus berhenti di babak 22 besar, ia mengaku masih sangat bahagia. Pasalnya, tidak sekedar pengalaman, ia juga mendapatkan banyak pesan berharga dari para juri seperti Deddy Corbuzier dan Cinta Laura.

"Dapat pesan dari Kak Cinta Laura, 'jangan sampai di sini berhenti ya'. Om Deddy juga pesan ke VOXTRONOME, 'kalau kalian berkarya di TV, ya sudah stuck-nya di sana saja. Sekarang, pikirkan bagaimana prospek lima tahun ke depan. Kita enggak tahu kan, tahunya kalian sukses. Jadi, tetap berkarya saja'. Itu pesan yang berharga banget buat aku," jelas Chaca.

4. Sering Dapat Tantangan Aneh dari Netizen


Sering Dapat Tantangan Aneh dari Netizen
TikTok/chaaaakk

Seolah mengaplikasikan sungguh-sungguh pesan dari para juri IMB, Chaca pun tak pernah berhenti berkarya. Lulus dari IMB, ia makin aktif membuat konten di TikTok. Beragam tantangan mulai dari yang biasa hingga paling aneh dari followers pun tak segan dijajalnya.

"Yang paling aneh itu (tantangan) beatbox sama polisi. Itu aneh banget sih request-nya netizen. Panjang itu izinnya, take videonya gampang. Malu sebenernya. Tapi ya sudah, dijalanin saja," bongkar Chaca. "Yang paling aneh lagi tapi menarik, ada challenge beatbox di masjid. Aku buat video, tahunya viral. Seviral itu videoku sampai papaku tahu. Padahal, papaku enggak pakai android dan enggak pernah pakai internet sama sekali. Ternyata tahu dari temannya."

Untuk sukses menjalankan tantangan-tantangan aneh dari netizen, tentu saja diperlukan keberanian dan mental yang kuat. Tak jarang, Chaca juga merasa malu saat melakukan tantangan. Namun berkat tekat kuad untuk membuat konten, ia pun mampu mengatasinya.

5. Tantangan Mempertahankan Views dengan Konten Beatbox


Tantangan Mempertahankan <i>Views</i> dengan Konten <i>Beatbox</i>
TikTok/chaaaakk

Meski terlihat mulus, siapa yang menyangka jika perjalanan Chaca tidak mudah. Di awal, ia sempat tidak mendapat dukungan dari orang tua untuk menekuni beatbox. Namun berkat TikTok, kini ia bisa meyakinkan orang tuanya bahwa beatbox bisa memberi pengaruh yang positif.

Selanjutnya, tantangan yang harus dihadapi Chaca adalah algoritma TikTok. Beberapa konten kadang tidak banyak mendapatkan views meski followers-nya sudah lebih dari satu juta. Oleh sebab itu, Chaca harus pintar mengolah strategi konten agar video beatbox-nya makin banyak menjaring penonton.

"Karena kalau selebritis, mau bikin (konten) apa saja, orang suka. Tapi, aku lebih prefer ke bakat. Jadi, aku mau eksekusinya seperti apa? Mau apa lagi dengan beatbox?" beber Chaca. "Aku harus pintar combine beatbox sama apa, itu yang selalu aku pikirkan. Itu tantangan terbesar."

Agar bisa mempertahankan views, Chaca mulai membuat beragam inovasi konten. Baru-baru ini, ia berencana membuat konten interaktif untuk mengajarkan beatbox kepada orang-orang di sekitarnya. Konten terbaru Chaca ini disebut akan segera tayang dan menjadi konten yang berkelanjutan.

"Aku bakal coba ajarin semua orang mengenal beatbox. Nanti aku mulai dengan videonya, 'ayo coba challenge aku ngajarin beatbox sama siapa lagi'. Itu aku yakin banget banyak komentar dan bakal jadi konten yang berlangsung panjang," bongkar Chaca. "Ini agenda aku ke depannya. Di spill spesial di WowKeren."

6. Tips Temukan Passion Ala Chaca


Tips Temukan <i>Passion</i> Ala Chaca
TikTok/chaaaakk

Chaca menyadari bahwa pengalamannya menemukan beatbox sebagai passion adalah sebuah proses pencarian yang panjang. Ia pun berpesan kepada para anak muda untuk selalu sabar dan tidak pernah menyerah mencari passion.

"Aku waktu SMP dulu suka cari jati diri karena insecure sama teman-teman aku yang punya bakat. Dengan adanya insecure, jangan malah bikin down. Kalian coba pacu supaya rasa insecure bikin semangat untuk mencari bakat," pesan Chaca. "Insecure itu bisa jadi motivasi supaya kalian punya bakat dan kemampuan yang lain daripada teman-teman kalian."

Supaya dapat menemukan passion, Chaca menyebut bahwa seseorang harus lebih mengenali dirinya terlebih dahulu. Setelah itu, temukan jawaban tentang apa yang disukai. Dengan menemukan jawaban tersebut, seseorang akan lebih mudah menemukan passion yang cocok.

"Coba balik lagi ke diri sendiri dan tanya, 'aku suka apa?'. Kalian bisa dan senangnya apa, itu coba diulik lagi. Setelah itu, lanjutkan dan tekuni," jelas Chaca. "Misalnya belum bisa (menemukan passion), jangan putus asa mencari jati diri. Karena bakat itu harus yang kita senangi, bukan karena terpaksa atau ikut-ikutan."

7. Sebarkan Energi Positif Lewat Beatbox


Sebarkan Energi Positif Lewat <i>Beatbox</i>
TikTok/chaaaakk

Sebagai konten kreator, Chaca ingin berbagi energi positif dengan mengajarkan seni beatbox kepada lebih banyak orang. Selain itu, ia juga berharap tidak ada lagi yang memandang beatbox sebelah mata. Sebab, beatbox memiliki alunan musik unik yang mampu menghibur jika benar-benar dinikmati.

"Aku ingin dikenal, 'oh, ini Kak Chaca yang mengajarkan beatbox banyak orang' bukan yang jago beatbox. Karena yang jago banyak. Itu impian terbesar dan cita-cita yang paling deket ini," harap Chaca. "Selain itu inginnya beatbox ini enggak dikenal sebelah mata lagi. Aku mau kenalin itu ke orang-orang awam bahwa beatbox bukan suatu hal negatif karena memiliki musik yang sangat unik."



You can share this post!