Seorang seniman Amerika yang dikenal dengan nama Robness berhasil meraup uang senilai USD 252 ribu atau setara Rp 3,63 miliar dengan menjual NFT foto tempat sampah.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Februari 2022 - 19:44 WIB
WowKeren - Kisah sukses meraup uang miliaran rupiah dari Non Fungible Token (NFT) tak hanya dialami oleh Ghozali yang menjual foto-foto selfienya. Seorang seniman Amerika yang dikenal dengan nama Robness berhasil meraup uang senilai USD 252 ribu atau setara Rp 3,63 miliar dengan menjual NFT foto tempat sampah.
"Saya bahkan tidak ingat dari mana gambar itu berasal, saya pikir itu adalah (hasil) pencarian gambar Google," ungkap Robness kepada AFP, dikutip Senin (7/2).
NFT yang dijual Robness disebut sebagai "64 gallon toter" dan menggambarkan tempat sampah plastik besar dengan efek glitching hingga memberi kesan psikedelik. Karya Robness tersebut sempat dihapus oleh marketplace NFT SuperRare tak lama setelah ia membuatnya.
"Itu seperti seni kemarahan, saya marah tentang beberapa hal," ujarnya. "Jadi saya memasangnya, dan itu dihapus. Mereka mengira saya mengambil gambar Home Depot dan melanggar hak cipta."
Sambil tertawa, Robness mengungkapkan bahwa dirinya sempat diancam akan ditindak secara hukum. Namun platform tersebut tiba-tiba mengembalikan karyanya yang sempat dihapus.
Pihak SuperRare sendiri sudah memberikan penjelasan terkait karya Robness tersebut. Kepada AFP, pihak SuperRare mengatakan bahwa komunitas tidak menganggap karya Robness sebagai seni. Namun mereka mengembalikan karya tersebut setelah dua tahun karena "begitu banyak yang telah berkembang" dalam diskusi seputar apa yang secara sah dapat disebut seni.
Tempat sampah tersebut telah menjadi meme dan menginspirasi ribuan karya tiruan atau tribut. Para kolektor pun menunjukkan minat mereka.
"Itu adalah salah satu dari tiga tempat sampah yang ada di SuperRare dan saya menjualnya kepada seorang kolektor," jelas Robness. "Dia menelepon saya karena dia ingin tahu lebih banyak tentang ceritanya, dan kami berbicara selama sekitar 30-45 menit. Dan seluruh cerita yang lucu dan dia tertawa hampir sepanjang waktu."
Kolektor tersebut akhirnya membeli NFT gambar tempat sampah milik Robness. Selain uang miliaran rupiah, Robness juga berhasil mengumpulkan banyak penggemar hingga followersnya di Twitter menembus angka 30 ribu.
Pria berusia 38 tahun itu mengaku melakukan pekerjaan sambilan dan tidur di mobilnya di tepi pantai ketika dia mulai menjelajahi dunia cryptocurrency pada tahun 2014. Ia secara bertahap merasa terpikat pada teknologi dan mulai membuat NFT.
Baru-baru ini, Robnes memposting NFT dari lamaran pekerjaan yang ia buat ke McDonald's. Ia kini sudah menjual NFT dengan nilai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Per bulan, ini jauh lebih baik daripada pekerjaan saya sebagai barista," kelakarnya.
Kini, Robness memperjuangkan "seni sumber terbuka" di mana dia mengatakan siapa pun harus dapat mengambil gambar apa pun dan melakukan apa yang mereka suka dengannya. "Anda benar-benar dapat mencuri apa pun yang saya buat, salin dan tempel, saya tidak peduli," tukasnya.
(wk/Bert)