Meski mudah, nyatanya masih banyak orang yang alami ngos-ngosan saat berlari. Kali ini, Gressinda Clarita Prima akan membongkar tips agar kuat saat berlari. Ini dia selengkapnya!
- Apr 8, 2022
WowKeren - Selain gerakan workout ringan, tambah intensitas olahraga dengan rutin melakukan latihan-latihan fisik seperti skipping (lompat tali) atau lari naik turun tangga. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan stamina agar tubuh menjadi lebih kuat saat berlari.
"Kalau untuk pemula, memang fisik harus mendukung karena kaki bisa cepat capek pas awal. Biar enggak cepat capek, rutin latihan fisik di luar lari," ungkap Gres. "Latihan fisik dasarnya sama saja kayak lari seperti naik turun tangga, skipping, atau interval. Interval itu lari putaran lapangan stadion dengan kecepatan tinggi. Pokoknya penguatan-penguatan kaki."
Untuk latihan fisik, biasanya Gres akan melakukannya sesaat setelah berlari. Hal ini dilakukan agar ia bisa mengetahui sejauh apa batas kekuatannya. Tak lupa, ia selalu menggunakan jam tangan dengan fitur stopwatch untuk memonitor waktunya berolahraga.
"Kalau saya (latihan fisik) setelah lari. Karena pas capek, kita tahu sekuat apa diri kita. Jadi, sesudah lari, pas capek-capeknya ditambah fisik minimal lari di tangga itu dua menit sudah cukup. Pokoknya kita harus punya target," lanjut Gres. "Kalau bisa, pakai jam yang ada stopwatch-nya karena setiap gerakan fisik itu harus pakai waktu. Jadi, kita itu tahu kuat berapa menit naik turun tangga."
(wk/yoan)