Get Healthy : Ahli Gizi ini Beberkan Cara Hitung Berat Badan Ideal, Dijamin Akurat!
Dokumentasi Nanda
Health
Get Healthy

Berat badan ideal tentu saja menjadi impian bagi setiap orang. Lantas, bagaimana cara akurat menghitung berat badan ideal? Kali ini, Nanda Ferdinal Yanti akan mengulas tuntas langkah-langkahnya. Simak lebih lengkap berikut ini.

WowKeren - Ideal merupakan kondisi dimana seseorang memiliki berat badan yang seimbang dengan tinggi badan. Pada kondisi ini, penampilan fisik tentu saja akan terlihat lebih bugar dan sehat. Tak pelak, banyak orang sangat memimpikan untuk memiliki berat badan yang ideal.

Meski amat didambakan, kenyataannya masih banyak orang yang tidak mengetahui secara pasti bagaimana perhitungan berat badan ideal. Umumnya, mereka hanya memperkirakan saja dari hasil penimbangan berat badan. Padahal, hal itu tentu saja kurang tepat. Sebab, berat badan ideal juga bergantung pada jenis kelamin hingga tinggi badan sehingga hasilnya bisa berbeda-beda untuk setiap individu.



Photo-INFO

TikTok/nandaferdinal0




Keresahan perihal perhitungan berat badan ideal juga sering didengar oleh Nanda Ferdinal Yanti. Pasalnya, wanita yang kini berprofesi sebagai ahli gizi ini sering kali mendapatkan pertanyaan tentang cara menghitung berat badan ideal. Karena itulah, Nanda tak segan membagikan cara untuk menghitung berat badan ideal di akun TikTok, @nandaferdinal.

Dengan mengetahui angka berat badan ideal, Nanda menyebut bahwa seseorang bisa lebih mengontrol pola hidup. Seperti yang pernah dialaminya beberapa tahun silam. Saat itu, berat badan wanita yang kini berusia 28 tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan pasca pemulihan kecelakaan. Namun karena Nanda sudah tahu target angka idealnya, ia pun lebih mudah untuk menjaga pola hidup dan menurunkan berat badan.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Nanda secara khusus membeberkan cara akurat untuk menghitung berat badan ideal. Seperti apa langkah-langkah perhitungannya? Simak artikel selengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Ukur Tinggi Badan Sebagai Langkah Pertama


Ukur Tinggi Badan Sebagai Langkah Pertama
pexels/Pixabay

Langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin mengetahui berat badan ideal adalah mengukur tinggi badan. Nanda menyebut bahwa agar pengukuran tinggi badan lebih akurat, sebaiknya gunakan bantuan alat seperti microtoise hingga stadiometer.

"Yang harus kita perhatikan adalah pengukuran tinggi badan. Itu yang paling utama. Karena memang inti kalau kita mau mengukur berat badan ideal adalah tinggi badan. Biasanya, tinggi badan itu diukur pakai microtoise yang ditempel pada dinding datar setinggi 200 sentimeter atau 2 meter dimulai dari angka nol," beber Nanda. "Tapi, ada juga di rumah sakit yang pakai stadiometer. Jadi, langsung diukur tinggi dan berat badan."

Bagi beberapa orang yang tidak punya alat pengukur tinggi, biasanya mereka akan menggunakan meteran sebagai alternatif. Padahal, pengukuran tinggi badan menggunakan meteran ini bisa jadi tidak akurat. Karena itulah, Nanda menyarankan agar seseorang setidaknya mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Pasalnya, perhitungan tinggi yang kurang akurat dapat berpengaruh pada hasil berat badan ideal.

2. Perhatikan Akurasi Alat Saat Menimbang


Perhatikan Akurasi Alat Saat Menimbang
pexels/SHVETS production

Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah tingkat akurasi alat saat melakukan penimbangan berat badan. Pasalnya, beberapa timbangan bisa jadi sudah tidak berfungsi dengan baik saat sedang melakukan penimbangan berat badan. Alhasil, berat badan yang ditunjukkan timbangan pun kurang tepat. Pengecekan akurasi timbangan ini bisa dilakukan dengan bantuan beban air mineral sebanyak tiga botol.

"Kembali lagi ke alatnya. Jadi, harus dikalibrasi. Cara mengkalibrasi alat timbangan yaitu letakkan air mineral tiga botol, beratnya sekitar enam kilogram. Enam bulan kemudian, alat timbangan dikalibrasi ulang dengan cara yang sama," jelas Nanda. "Jika berat botol masih sama dengan sebelumnya, maka timbangan masih bisa digunakan. Sebaliknya, jika berat botol berubah maka timbangan harus diganti atau diperbaiki."

Saat menimbang, umumnya berat badan seseorang sering kali berubah seiring dengan aktivitas dan makanan yang dikonsumsi pada hari itu. Namun, jangan terlalu khawatir. Sebab, kenaikan tersebut tidak akan terlalu signifikan.

"Waktu penimbangan bebas, asalkan berat badan seseorang tidak berubah drastis selama 1-3 bulan ke depan. Jika terjadi perubahan pada rentang waktu tersebut, maka harus waspada serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada fasilitas kesehatan terdekat," tambah Nanda.

3. Cara Hitung Berat Badan Ideal untuk Pria


Cara Hitung Berat Badan Ideal untuk Pria
TikTok/nandaferdinal0

Setelah mengantongi angka tinggi badan dan memastikan akurasi timbangan, lanjutkan dengan mulai menghitung berat badan ideal. Dalam perhitungannya, Nanda menyarankan untuk menggunakan rumus Broca. Pada pria, berat badan ideal bisa dihitung dengan menggunakan rumus: tinggi badan – 100 – 10% (hasil tinggi badan – 100). Namun, jika seorang pria memiliki tinggi badan kurang dari 160 sentimeter, maka perhitungan 10% dapat diabaikan.

"Contohnya, dengan tinggi badan 170 sentimeter, maka berat badan idealnya adalah 170 - 100 – (7) = 63 kilogram," terang Nanda. "Sedangkan contoh perhitungan berat badan ideal pria dengan tinggi kurang dari 160 sentimeter, misalnya tinggi badannya 158 sentimeter. Maka, berat badan idealnya adalah 158 – 100 = 58 kilogram."

Selain Broca, hadir beberapa rumus lain yang cukup viral di media sosial. Rumus ini adalah tinggi badan dikurangi angka 110. Meski demikian, Nanda menganjurkan untuk tidak menggunakan rumus tersebut karena hasil berat badan ideal masuk kategori terlalu kurus atau gizi kurang.

"Kalau aku ambil kesimpulan dari rumus tinggi badan dikurangi 110. Misalnya, tingginya 150 sentimeter dikurangi 110, berarti berat badan idealnya itu 40 kilogram. Padahal, itu sudah kategori gizi kurang," terang Nanda. "Jadi, aku enggak menganjurkan teman-teman menghitung berat badan ideal dengan rumus tersebut. Karena kita mencarinya status gizi yang normal dengan berat badan ideal."

4. Cara Hitung Berat Badan Ideal untuk Wanita


Cara Hitung Berat Badan Ideal untuk Wanita
TikTok/nandaferdinal0

Pada rumus Broca, perhitungan berat badan ideal wanita berbeda dengan pria. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan komposisi lemak pada wanita dan pria. Lemak pada wanita sebanyak 25-30% sementara pada pria hanya sekitar 18- 25%.

"Komposisi tubuh pria dan wanita itu berbeda. Karena perbedaan komposisi tersebut yang membuat perhitungan berat badan ideal pada pria dan wanita berbeda 5%," lanjut Nanda.

Jadi, rumus berat badan ideal wanita: tinggi badan - 100 – 15% (hasil tinggi badan – 100). Namun, jika seorang wanita memiliki tinggi badan kurang dari 150 sentimeter, maka perhitungan 15% diabaikan.

"Contohnya wanita dengan tinggi badan 158 sentimeter, maka berat badan idealnya adalah 158 – 100 – (8,7) = 49,3 kilogram," papar Nanda. "Sedangkan untuk wanita dengan tinggi badan 148 sentimeter, maka berat badan idealnya adalah 148 – 100 = 48 kilogram."

5. Gunakan Bantuan Aplikasi Pendukung


Gunakan Bantuan Aplikasi Pendukung
pexels/PhotoMIX Company

Jika dirasa terlalu sulit untuk menghitung secara manual, beberapa aplikasi juga bisa digunakan sebagai alternatif yang memudahkan. Nanda merekomendasikan aplikasi "Gizi Nusantara" yang sudah tersedia di playstore. Tak hanya menghitung berat badan ideal, aneka konsultasi gizi juga bisa dilakukan di aplikasi tersebut.

Meski sudah memiliki berat badan ideal, namun tidak menjamin seseorang terbebas dari tumpukan lemak. Pasalnya, ada beberapa kasus dimana kadar lemak masih sangat tinggi meski berat badannya terbilang ideal. Keadaan ini bisa ditandai dari kondisi fisik berupa timbunan lemak di beberapa area tubuh seperti perut dan paha. Untuk menghilangkannya, seseorang wajib menerapkan pola hidup sehat.

"Kadar lemak dan massa otot itu juga sangat mempengaruhi berat badan ideal. Cara mengenali kalau wanita, perutnya bergelambir. Pokoknya pembentukan lemak dibawah kulit," ujar Nanda. "Terus ada juga orang yang kalau lemaknya tinggi jadi sesak napas, asam lambungnya naik. Itu tandanya lemaknya dalam tubuhnya itu sudah agak meninggi."

6. Manfaat Mengetahui Berat Badan Ideal


Manfaat Mengetahui Berat Badan Ideal
pexels/Pixabay

Mengetahui berat badan ideal bermanfaat untuk mengetahui status gizi masing-masing individu. Status gizi sendiri merupakan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh asupan gizi. Saat seseorang mengetahui status gizinya, mereka bisa menentukan langkah selanjutnya. Misalnya, jika berat badan sudah melebihi ideal dan masuk kategori overweight, maka seseorang harus mengatur pola makan dan jenis olahraga untuk menurunkan berat badan.

"Jadi, yang menentukan tubuh kita ini adalah status gizi. Di status gizi itu ada beberapa kategori seperti gizi kurang, normal, overweight, sama obesitas," terang Nanda. "Kalau misalnya kita tidak mengetahui berat badan ideal kita, maka status gizi juga tidak bisa kita ketahui. Selain itu, memang ada jenis-jenis olahraga yang membutuhkan berat badan khusus."

7. Cara Efektif Dapatkan Berat Badan Ideal


Cara Efektif Dapatkan Berat Badan Ideal
pexels/Ella Olsson

Memiliki tubuh atau berat badan yang ideal tentu saja akan membuat seseorang merasa lebih percaya diri. Tak heran jika banyak orang terus berupaya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Menurut Nanda, cara paling efektif yang bisa dilakukan agar berat badan ideal adalah dengan memperbaiki pola makan. Selanjutnya, perbaiki gaya hidup dengan mulai berolahraga agar pengelolaan stres menjadi lebih baik.

"Lifestyle yang pertama, ubah lifestyle-nya jadi lebih banyak konsumsi makanan-makanan yang lebih sehat," pesan Nanda. "Setelah itu, pilih jenis bahan makanan yang rendah kalori, gula, dan tidak konsumsi makanan tepung-tepungan. Berolahraga minimal 30 menit perhari. Terus, kelola stres dengan baik."

Pada dasarnya, memiliki berat badan ideal bukan satu-satunya hal yang dapat menjamin seseorang bisa terbebas dari berbagai penyakit. Hanya saja, memiliki berat badan ideal merupakan langkah awal seseorang untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya.



You can share this post!