Warga Desa Yahidne Ukraina Mulai Tewas di Ruang Bawah Tanah Saat Bersembunyi dari Serangan Rusia
AFP
Dunia

Ratusan warga desa Yahidne, Utara Kyv bersembunyi diperintahkan bersembunyi di ruang bawah tanah oleh tentara Rusia demi keamanan mereka. Tapi kini penduduk mulai meninggal di ruang bawah tanah yang sempit.

WowKeren - Penduduk sebuah desa Yahidne, di utara ibukota Ukraina, Kyiv, mengatakan bahwa lebih dari 300 orang terperangkap di ruang bawah tanah sekolah selama berminggu-minggu karena serangan Rusia. Nama-nama korban tewas tergores di dinding basement yang terkelupas.

Halyna Tolochina, seorang anggota dewan desa, berjuang untuk menenangkan diri saat dia membaca daftar, mencoret-coret dengan hitam di plester di kedua sisi pintu hijau, di gudang suram tempat dia mengatakan dia dan ratusan lainnya dikurung.

Di sebelah kiri pintu tertulis tujuh nama orang yang dibunuh oleh tentara Rusia. Sementara di sebelah kanan ada nama 10 orang yang meninggal karena kondisi yang keras selama bersembunyi di ruang bawah tanah.

"Orang tua ini meninggal lebih dulu," kata Tolochina, menunjuk nama Muzyka D, untuk Dmytro Muzyka, yang kematiannya dicatat pada 9 Maret. "Dia meninggal di ruangan besar, di kamar ini".

Kantor berita Reuters berbicara kepada tujuh penduduk Yahidne yang mengatakan, secara total, setidaknya 20 orang tewas atau terbunuh selama pendudukan Rusia. Sementara sampai saat ini, tidak ada korban tewas resmi yang dirilis oleh otoritas Ukraina.


Kisah-kisah tentang apa yang terjadi di desa itu menambah kesaksian yang berkembang dari warga sipil Ukraina tentang penderitaan di kota-kota sekitar Kyiv selama minggu-minggu pendudukan oleh pasukan Rusia setelah invasi yang diluncurkan pada 24 Februari.

Korban terakhir yang tercatat di dinding ruang bawah tanah, Nadiya Budchenko, meninggal pada 28 Maret, kata Tolochina. Dua hari sebelum pasukan Rusia mundur dari desa ketika perjalanan mereka menuju Kyiv terhenti.

Tolochina menyebut, sebagian besar yang berusia lanjut meninggal karena kelelahan dalam kondisi yang menyesakkan dan sempit di ruang bawah tanah. Sementara yang katanya dibunuh oleh tentara Rusia, termasuk Viktor Shevchenko dan saudaranya Anatolii, yang dikenal sebagai Tolya.

Melansir Reuters, 6 warga lain yang diwawancara menguatkan pernyataan Tolochina. Mereka menggambarkan ditahan di ruang beton telanjang di ruang bawah tanah, dengan sekitar 60 anak, sedikit makanan atau air, tidak ada listrik dan tidak ada toilet.

Pada tanggal 5 Maret, penduduk desa mengatakan mendpat perintah ke ruang bawah tanah sekolah di mana mereka akan menghabiskan 25 hari ke depan. Tentara Rusia memberi tahu mereka bahwa kurungan itu untuk perlindungan mereka sendiri, kata penduduk desa. Mereka berbagi ember untuk toilet dan bergiliran tidur di kamar kecil yang penuh sesak karena tidak ada cukup ruang bagi semua orang untuk berbaring.

“Hampir mustahil untuk bernafas,” kata Olha Meniaylo, seorang ahli agronomi yang mengatakan bahwa dia berada di ruang bawah tanah bersama putranya yang berusia 32 tahun, menantu dan cucu-cucunya, eorang bayi laki-laki berusia empat bulan dan seorang bayi berusia 11 tahun.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait