Status Gunung Anak Krakatau Masih Berada di Level III, PVMBG Laporkan Terjadi 10 Kegempaan
AFP/Dziki Oktomauliyadi
Nasional
Erupsi Anak Krakatau

Sebelumnya, status Gunung Anak Krakatau telah ditingkatkan ke level III atau Siaga lantaran aktivitasnya yang semakin aktif. Kini PVMBG melaporkan update dari status gunung tersebut.

WowKeren - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Selasa (26/4) hari ini menyampaikan status terbaru Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau masih tercatat dalam level III atau Siaga.

Adapun update terkait dengan status Gunung Anak Krakatu itu sendiri disampaikan PVMBG melalui aplikasi Magma Indonesia. Data tersebut merupakan update pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Berdasarkan dari update tersebut, asap kawah Gunung Anak Krakatau teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Tidak hanya itu, Gunung Anak Krakatau disebut tampak jelas dan tertutup kabut dalam skala 0-III.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 25050 meter di atas puncak kawah," ujar PVMBG dalam keterangan tertulis, Selasa (26/4).


Lebih lanjut, PVMBG juga melaporkan terjadi 10 kegempaan pada Selasa (26/4) hari ini, pada Gunung Anak Krakatau. Adapun kegempaan ini disebabkan oleh aktivitas embusan, vulkanik dangkal, dan vulkanik dalam.

Selain itu, PVMBG juga menyebutkan bahwa jumlah kegempaan embusan terjadi sebanyak 3 kali dengan amplitudo 15-34 mm dan durasi 7-16 detik. Sedangkan untuk vulkanik itu sendiri terjadi 3 kali dengan amplitudo 26-42 mm, durasi 15-17 detik, S-P 1,4-1,6 detik.

PVMBG selanjutnya memberikan rekomendasi untuk masyarakat, wisatawan maupun pendaki. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun meminta agar masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah aktif.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya juga telah mengimbau agar masyarakat bisa semakin dan lebih waspada, khususnya akan potensi ancaman tsunami di malam hari akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Maka dari itu, Dwikorita lantas mengimbau agar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Pemda bersiap terkait dengan jalur evakuasi jika terjadi bencana. Ia menuturkan pemda segera membuat rencana antisipasi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait