Ramai Dihujat Karena Gay, Ragil Mahardika 'Tampar' Haters dengan Segudang Prestasi Mulia
Instagram/ragilmahardika
Selebriti
Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay

Ragil Mahardika lebih memilih pamer sederet prestasi ketimbang harus marah-marah menanggapi hujatan haters. Tak disangka ternyata Ragil sangat aktif dalam kegiatan sosial.

WowKeren - Ragil Mahardika agaknya sudah sangat kebal mendengar semua hujatan yang dilontarkan netizen kepadanya. Di mana belakangan ini nama Ragil menjadi perbincangan hangat publik usai menceritakan kisah hidupnya sebagai penyuka sesama jenis di podcast Deddy Corbuzier.

Alih-alih marah atau tersinggung dengan beragam kalimat pedas yang ditulis netizen di media sosial, Ragil justru punya cara tersendiri untuk menghadapi haters. Ia melawan para haters dengan pamer segudang prestasi mulia yang tak banyak orang tahu.

Lewat Instagram, Ragil mulanya menceritakan mengenai pendidikannya. Sedari dulu, Ragil tampaknya memang sudah tertarik dengan negara Jerman, di mana kini ia menetap bersama pasangannya, Frederik Vollert.

"Mumpung rame, kenalan yuk. Sekilas tentang Ragil. Aku pernah kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia dengan jurusan bahasa Jerman," tulis Ragil di unggahan Instagra, Selasa (10/5).

"Tahun 2012 aku pergi mengadu nasib ke Jerman sebagai Aupair (mahasiswa dari program pertukaran budaya). Cerita lengkapnya ada di buku Saat Eropa Jadi Rumah Kedua yang bisa dibeli di Shopee/Tokped," sambungnya.


Ramai Dihujat Karena Gay, Ragil Mahardika \'Tampar\' Haters dengan Segudang Prestasi Mulia

Instagram

Tak hanya itu, Ragil juga mengabdikan dirinya untuk ikut andil dalam banyak kegiatan sosial. "2013-2014 aku kerja sosial di Jerman di salah satu panti yang menangani orang orang berkebutuhan khusus," terang Ragil.

Ragil Mahardika berbagi bahwa ia sempat menghadiri sekolah Vokasi sebagai tenaga kerja ahli di bidang sosial di Jerman selama tiga tahun, dari 2014 hingga 2017. Setahun kemudian, Ragil bekerja di panti pengungsi di Jerman. Panti tersebut digunakan sebagai tempat tinggal korban perang yang berasal dari negara-negara Arab.

"2018- sekarang aku bekerja di salah satu panti asuhan (di bawah naungan kantor perlindungan anak di Jerman) yang mengasuh anak anak korban KDRT, narkoba, kekerasan seks, penyakit psikis orangtua dll," katanya melanjutkan.

Kemudian pada 2019, pria asal Medan tersebut melanjutkan studi S1 di bidang Pendidikan Sosial dan Manajemen Sosial di Jerman. Di akhir caption yang ditulisnya, Ragil Mahardika tak segan menyindir haters yang bisanya hanya berkomentar buruk soal kehidupannya.

"Demikian dan terima kasih. Yang menghujat kerja apa kah?" tutup Ragil Mahardika.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts