Singapura Mau Pakai Verifikasi Biometrik di Bandara Changi, Paspor Tak Lagi Perlu?
Unsplash/Grahame Jenkins
Dunia

Cara praktis ini ini akan meningkatkan pengalaman pengguna dan berkontribusi pada tindakan pencegahan baru yang diperlukan untuk terbang aman dan sehat pasca-pandemi.

WowKeren - Singapura tengah membidik rencana untuk menghadirkan perubahan prosedur terbang. Pelancong yang berangkat dari Bandara Changi mungkin segera dapat pergi tanpa paspor dan melewati imigrasi berkat verifikasi biometrik.

Hal itu disampaikan Menteri Senior dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean dalam acara Fireside Chat Changi Aviation Summit, Selasa (17/5). The Straits Times melaporkan bahwa inisiatif tersebut akan diluncurkan secara bertahap akhir tahun ini.

Teo mengatakan dalam pidatonya bahwa sektor penerbangan harus mengambil kesempatan untuk meningkatkan layanannya serta memberikan pengalaman baru bagi para pelanggannya. Nantinya, jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, calon penumpang yang akan terbang dari Changi tak perlu lagi menunjukkan identitas fisik atau dokumen perjalanan.

"Kami sedang mengerjakan inisiatif di mana penumpang yang berangkat di Changi hanya perlu menunjukkan biometrik mereka untuk verifikasi di berbagai titik kontak keberangkatan," katanya. "Tanpa harus menunjukkan identitas fisik atau dokumen perjalanan apa pun."



Teo menjelaskan bahwa cara yang lebih praktis ini ini akan meningkatkan pengalaman pengguna. Selain itu, prosedur semacam itu juga berkontribusi pada tindakan pencegahan baru yang diperlukan untuk terbang aman dan sehat pasca-pandemi.

Namun tentu saja, dalam hal ini keamanan siber harus benar-benar dipastikan secara ketat. Teo juga menekankan pentingnya memperkuat keamanan siber dan melindungi data pelanggan. "Kami perlu memastikan bahwa sistem yang masing-masing beroperasi dan andalkan sesuai dengan standar tinggi secara keseluruhan," lanjutnya.

"Dalam konteks penerbangan, sistem pemangku kepentingan yang berbeda, seperti maskapai penerbangan dan bandara, seringkali saling terkait," ujarnya menambahkan. "Oleh karena itu, keamanan siber dalam sistem reservasi penumpang, pengendalian lalu lintas udara, serta jaminan kesehatan dan keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama."

Sejak Juli 2020, jalur dan loket imigrasi otomatis dan manual di aula penumpang pos pemeriksaan darat, laut, dan udara Singapura telah dilengkapi dengan pemindai iris mata dan wajah. Untuk pengunjung asing pertama yang tiba di Singapura, mereka harus mendaftar dan menyelesaikan imigrasi dengan biometrik iris, wajah, dan sidik jari di loket manual.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts