11 Bayi Baru Lahir Meninggal Akibat Kebakaran Rumah Sakit di Senegal
Unsplash/Christian Bowen
Dunia

Tragedi kebakaran di rumah sakit yang ada di Tivaouane, Senegal itu lantas memicu kemarahan dari publik. Pasalnya, akibat dari kebakaran tersebut setidaknya 11 bayi baru lahir meninggal.

WowKeren - Peristiwa nahas menimpa sebuah rumah sakit di Tivaouane, Senegal. Rumah Sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh itu mengalami kebakaran.

Akibat dari kebakaran tersebut, setidaknya sebelas bayi yang baru lahir meninggal dunia. Atas hal ini lantas memicu kemarahan dan seruan untuk pertanggungjawaban dari pihak terkait.

"Saya baru saja belajar dengan rasa sakit dan ketakutan kematian 11 bayi yang baru lahir dalam kebakaran yang terjadi di departemen neonatologi rumah sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh di Tivaouane," ujar Presiden Macky Sall dalam cuitan di Twitter pada Kamis (26/5), tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang kobaran api.

"Kepada ibu dan keluarga mereka, saya menyampaikan simpati saya yang terdalam,"lanjut Sall yang diketahui tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Angola.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Senegal Abdoulaye Diouf Sarr mengatakan kepada media lokal bahwa korsleting telah memicu kebakaran, menurut penyelidikan awal. "Situasi ini sangat disayangkan dan sangat menyakitkan," tutur Sarr di radio, seraya menambahkan bahwa penyelidikan masih berlanjut.


Sarr yang saat ini tengah berada di Jenewa untuk menghadiri Majelis Kesehatan Dunia, mengatakan akan mempersingkat perjalanan dan segera kembali ke Senegal. Sementara Wali Kota Tivaouane Demba Diop Sy mengatakan ada tiga bayi yang terselamatkan.

Sebagai informasi Tivaouanne disebut sebagai salah satu kota suci Senegal dan pusat transportasi yang terletak 120 km timur Ibu Kota Dakar. Sy kemudian menambahkan bahwa polisi dan pemadam kebakaran masih berada di lokasi kejadian, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Di sisi lain, menurut media lokal, Rumah Sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh baru saja diresmikan. Sementara tragedi di Tivaouane terjadi setelah beberapa insiden lain di fasilitas kesehatan masyarakat di Senegal, di mana ada perbedaan besar antara daerah perkotaan dan pedesaan dalam layanan kesehatan.

Melansir Al Jazeera, pada April tahun lalu, di kota utara Linguere terjadi kebakaran di sebuah rumah sakit dan empat bayi yang baru lahir tewas. Pada saat itu, wali kota daerah tersebut menyebut bahwa kerusakan listrik di unit pendingin udara di bangsal bersalin menjadi penyebab kebakaran.

Atas kejadian kebakaran tersebut, Direktur Amnesty International Senegal Seydi Gassama mengatakan organisasinya telah menyerukan inspeksi dan peningkatan layanan neonatologi di rumah sakit di seluruh Senegal setelah kematian "mengerikan" dari empat bayi di Linguere.

Dengan terulangnya tragedi kebakaran yang menewaskan bayi baru lahir, Gassama mengatakan bahwa Amnesty "mendesak pemerintah untuk membentuk komisi penyelidikan independen untuk menentukan tanggung jawab dan menghukum para pelakunya, tidak peduli tingkat apa mereka di aparatur negara."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts