HITSfluencer : Vincentius Diaz, 'Zach King' Indonesia yang Sukses Pamerkan Ilusi Magic Editing
Instagram/vincedi.gg
Selebriti
HITSfluencer

Berkat magic editing yang super keren, Vincentius Diaz sampai disebut sebagai 'Zach King' Indonesia. Seperti apa rahasia mulusnya konten-konten editing Vincent?

WowKeren - Semakin majunya perkembangan teknologi membuat kreatifitas para konten kreator jadi kian canggih. Hal ini dapat dilihat dari makin maraknya konten creative editing yang menghiasi media sosial. Seperti yang dilakukan oleh Vincentius Diaz. Pria yang akrab disapa Vincent ini sukses menyajikan konten dengan editing-editing yang super keren bak magic.

Baru aktif di TikTok sejak tahun 2020, pemilik akun TikTok, @vincedi.gg ini sudah mengumpulkan lebih dari 2,4 juta pengikut. Ditambah, kini Vincent juga sudah mendapatkan total lebih dari 58,5 juta likes. Lewat unggahannya, Vincent berhasil mengundang decak kagum penonton berkat hasil editan yang benar-benar terlihat nyata. Tak pelak, banyak orang menyebut dirinya sebagai 'Zach King'-nya Indonesia. Zach King sendiri adalah salah satu influencer asal Amerika Serikat yang populer berkat konten editing-nya.


Salah satu konten magic editing Vincent yang cukup populer adalah saat ia membuat video gelas hijau yang menembus kursi. Video bak sulap yang diunggah pada 23 September 2020 ini sudah berhasil mencuri perhatian lebih dari 22 juta penonton.

Bukan hanya di TikTok, Vincent rupanya sudah lebih dahulu melanglang buana di YouTube dan Instagram. Hingga kini, channel YouTube, Vincedi gg sudah menjaring lebih dari 454 ribu subscribers dengan total lebih dari 200 juta kali penayangan. Tak kalah dari YouTube, akun Instagram-nya, @vincedi.gg juga tak kalah populer dengan mengumpulkan lebih dari 105 ribu pengikut.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Vincent secara eksklusif membeberkan perjalanannya sampai akhirnya sukses menjadi konten kreator. Seperti apa kisahnya? Ini dia penuturan Vincent selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Temukan Passion Berkat Iseng Bikin Video


Temukan <i>Passion</i> Berkat Iseng Bikin Video
TikTok/vincedi.gg

Sebelum menjadi konten kreator, Vincent mengaku sudah sempat bekerja di sebuah perusahaan. Meski demikian, ia masih iseng mengunggah video-video tentang gaming. Berawal dari iseng, Vincent akhirnya berhasil menemukan passion.

"Dulu sebenarnya sudah kerja. Terus, iseng-iseng bikin video gaming. Dari iseng, mulai ingin seriusin karena merasa ketemu passion yang terlambat," terang Vincent. "Awal mulainya itu enggak mengerti sama sekali soal editing, benar-benar nol. Dulu kuliah ambil Manajemen Keuangan. Jadi belajarnya otodidak dari YouTube, lihat tutorial. Di situ belajar pegang kamera dan software editing. Terus, merasa unik mengedit kayak gini, akhirnya keterusan dan sampai di sini."

Vincent akhirnya mulai mengunggah konten-konten magic editing-nya di YouTube hingga Instagram. Tak disangka, beberapa videonya jadi viral sampai di-repost oleh akun-akun besar Instagram. Saking viralnya, video Vincent pun melanglang buana ke grup WhatsApp keluarga yang membuat dirinya sampai diundang oleh stasiun TV.

"Belakangan juga lihat video Zach King itu. Kayaknya, di Indonesia masih jarang banget orang bikin kayak gini. Ya sudah, cobain saja. Awal mula bikin videonya di YouTube, belakangan masuk ke Instagram. Sudah ramai juga di situ, terus sempat dipanggil di stasiun TV karena ada yang viral videonya," kenang Vincent. "Yang pertama viral itu, aku bikin himbauan kalau telepon itu berbahaya. Karena ada elektromagnetiknya. Nah, itu di share sampai berapa juta sampai di WhatsApp grup keluarga. Waktu itu, TikTok belum ada sih."

2. Dapatkan Ratusan Ribu Followers TikTok Dalam Waktu Singkat


Dapatkan Ratusan Ribu <i>Followers</i> TikTok Dalam Waktu Singkat
TikTok/vincedi.gg

Setelah sukses di YouTube dan Instagram, Vincent pun tergerak menjajal TikTok. Meski sempat kesulitan menyesuaikan format video, pria yang kini berusia 28 tahun ini sukses mencuri perhatian penonton. Tak pelak, hanya dalam waktu dua bulan, akun TikTok Vincent sudah berhasil mengantongi ratusan ribu followers.

"Terus TikTok mulai ramai, banyak teman yang bilang coba masuk TikTok. Akhirnya coba saja kan. Waktu itu, Instagram sama YouTube bentuknya masih horizontal, sedangkan TikTok sudah potrait, jadi agak susah lah," kenang Vincent. "Cuma pas masuk TikTok, tiba-tiba ramai. Dalam waktu cuma 2 bulan, followers-nya langsung berapa ratus ribu. Akhirnya malah sekarang difokuskan ke TikTok."

Popularitas di TikTok yang amat tak terduga ini membuat Vincent jadi tak sempat mengganti nama akunnya. Ia pun memutuskan tetap menggunakan nama "Vincedi.gg" meskipun kata "gg" sangat erat kaitannya dengan gaming. Kini, ia pun dikenal sebagai "CEO Tanpa Jeda" dengan konten-konten magic editing yang memanjakan mata.

"Kalau di TikTok yang namanya transisi, itu di-pause, baru ganti baju, mulai lagi. Banyak yang komentar (di video), 'masih kelihatan jedanya'. Padahal, aku itu enggak pakai jeda di TikTok. Caranya beda, aku pakai After Effect sama Premiere Pro," terang Vincent. "Memang enggak ada jedanya. Karena enggak tahu istilahnya apa, kan aku suka bikin konten sulap jadi ya sudah magic editing saja. Kalau cuma editing mungkin orang nanti kira kayak fotografi."

3. Ciptakan Magic Editing Tanpa Green Screen


Ciptakan <i>Magic Editing</i> Tanpa <i>Green Screen</i>
TikTok/vincedi.gg

Dalam kontennya, Vincent kerap kali menampilkan ilusi editing yang dikemas seperti sulap. Tak pelak, beberapa kontennya pun menuai banyak opini tentang keaslian video. Beberapa orang pun sempat mengira dirinya menggunakan green screen. Padahal, ia hanya menggunakan teknik editing khusus dengan persiapan syuting yang matang.

"Yang pasti ada teknik khusus dari editing. Dari syuting pun enggak bisa asal syuting saja. Benar-benar dipikirin dulu stepnya, karena setiap step itu sangat krusial, memang susah. (Yang disiapkan) pertama pasti ide. Selanjutnya kita siapkan skripnya. Yang ketiga, pilih lokasi yang sumber pencahayaan bagus," tutur Vincent. "Justru aku enggak suka pakai green screen. Bisa dibilang, hampir 95% video enggak pakai green screen karena lebih fleksibel. Kalau pakai green screen kan stepnya jadi lebih susah."

Proses kreatif yang cukup rumit ini menjadikan hampir setiap video yang dibuatnya selalu menjadi favorit Vincent. Pasalnya, ia bisa melihat perkembangan level editing-nya setelah membuat video. Sejauh ini, konten memegang kepala merupakan salah satu video dengan teknik editing paling susah yang pernah dibuatnya.

4. Sering Alami Kejadian Tak Terduga


Sering Alami Kejadian Tak Terduga
TikTok/vincedi.gg

Vincent juga berkisah tentang berbagai kejadian menarik dan tak terduga yang terjadi saat membuat konten. Saat itu, ia tengah membuat konten kolaborasi dengan sesama rekan kreator. Tak diduga, file syuting tiba-tiba terhapus karena SD card error. Namun beruntung, file-file syuting hari itu masih bisa diselamatkan sehingga take ulang tak perlu dilakukan.

"Pernah kolaborasi sama kreator lain, syutingnya di luar, tiba-tiba SD card-nya error, hilang file-nya. Kebetulan ada software yang buat (mengembalikan file), untungnya bisa," beber Vincent.

Vincent mengaku ia juga pernah harus melakukan take ulang apabila menemukan kesalahan yang baru bisa terlihat saat proses mengedit. Tak hanya itu saja, ia mengungkapkan pernah beberapa kali lupa menyimpan video saat software editing-nya tiba-tiba mengalami gangguan. Akibatnya, file editannya pun tak tersimpan.

5. Tantangan Berat Jadi Konten Kreator


Tantangan Berat Jadi Konten Kreator
TikTok/vincedi.gg

Vincent menyebut bahwa sebagai seorang kreator, bukan rahasia lagi jika membuat konten yang sesuai dengan selera penonton merupakan hal wajib. Hal ini bisa dilakukan dengan terus up to date mengikuti tren hingga menampilkan konten-konten baru dengan tema yang fresh.

"Tantangannya mungkin harus bisa dinamis. Karena, banyak konten yang viral dan keren paling cuma bertahan satu minggu. Kita harus up to date dan mesti punya ide-ide baru yang fresh dan enggak bosenin. Karena konten kreator itu kan harus memuaskan para viewers," ujar Vincent. "Kalau untuk 1-2 minggu masih bisa gampang. Cuma kalau untuk 1-2 tahun, terus-terusan menghasilkan konten yang bagus kan susah."

Tuntutan untuk selalu produktif dengan ide baru ini kerap kali membuat Vincent kehabisan ide. Belum lagi jika video yang sudah dibuat sedemikian rupa ternyata malah tak banyak respon dari viewers. Hal inilah yang juga sempat membuatnya down. Namun berkat motivasinya untuk tetap eksis di media sosial, ia akhirnya bisa kembali menciptakan video kreatif lagi.

"Down mungkin pernah. Waktu bikin konten susah, effort-nya buat syuting dan edit, tiba-tiba viewers-nya drop. Terus komentarnya jelek, meremehkan, cuma ya sudah, bawa asyik saja," tambah Vincent. "Pas lagi down, istirahat dulu sambil nonton video orang, jalan-jalan keluar, ngobrol sama orang, setelah itu karena sudah lama istirahat, jadi muncul ide-ide dan semangat lagi buat bikin konten. Karena aku enggak ingin hilang saja sih. Dulu sempat hilang agak lama terus ada yang komentar, 'mana nih kok sudah jarang bikin konten'."

6. Tips Sukses Dapatkan Editing Super Mulus


Tips Sukses Dapatkan <i>Editing</i> Super Mulus
TikTok/vincedi.gg

Bagi kalian yang ingin mulai belajar teknik-teknik editing yang super mulus, Vincent menyarankan untuk lebih dulu bersabar karena tak ada yang instan. Pasalnya, butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memahami teknik yang rumit. Selain itu, jangan pernah berhenti untuk memperbanyak belajar hingga praktik secara langsung.

"Biasanya sih bersabar sama belajar, banyak latihan dan banyak referensi. Selain itu, jam terbang juga sih sebenarnya. Karena kalau sudah sering coba, jadi tahu apa saja yang harus diperhatikan," saran Vincent. "Jangan berakhir hanya di tutorial. Banyak banget orang merasa jago karena tiap hari nonton video tutorial tapi cuma sebatas itu, enggak pernah dicobain. Ketika coba (praktik) pasti akan beda. Sarannya sih dicoba saja."

7. Butuh Kerja Keras untuk Dapatkan Hal Besar


Butuh Kerja Keras untuk Dapatkan Hal Besar
TikTok/vincedi.gg

Berkat perjuangannya yang tak mudah, Vincent kini bisa sukses sebagai konten kreator. Beragam pencapaian seperti Silver Play Button YouTube hingga menjadi nominasi TikTok Award sudah pernah disabetnya. Kedepannya, ia mengaku ingin lebih dekat dengan followers dengan membuat konten yang lebih personal.

"Enggak ada suatu hal yang bisa dicapai dengan mudah. Mungkin, orang melihat, 'wah asyik ya jadi konten kreator'. Tapi, enggak lihat perjuangan dibalik itu. Tapi, kalau kita mau, kita bisa kita capai dengan usaha keras," beber Vincent. "Kedepannya mungkin (bikin konten) yang lebih personal. Supaya lebih mengenalkan sisi kehidupan aku. Biar lebih deket saja sih sama followers. Biar orang juga lebih kenal aku siapa, umur berapa, dan gimana sih sehari-hari."

Pada akhirnya, usaha yang besar juga akan selaras dengan hasil yang maksimal. Jadi, apakah kalian sudah tertarik mengikuti jejak Vincent sebagai konten kreator?



You can share this post!