Sutradara 'Prey' Ungkap Alasan Rilis Film di Layanan Streaming Alih-Alih Bioskop
imdb
Film

Banyak yang menyuarakan kekecewaan karena 'Prey' tidak mendapatkan rilis teatrikal seperti angsuran sebelumnya dan justru langsung menuju layanan streaming.

WowKeren - Sutradara "Prey (2022)" mengungkapkan alasan mengapa filmnya hanya tayang di layanan streaming dan melewatkan rilis box office. Film ini ditayangkan perdana di San Diego Comic-Con 2022 dan mendapat sambutan yang kuat.

"Prey" adalah film kelima dalam waralaba "Predator", yang ingin membawa waralaba ke arah yang baru dengan membuat prekuel yang berlatar Comanche Nation pada tahun 1719. "Prey" akan berfokus pada seorang pejuang muda Naru yang diperankan oleh Amber Midthunder yang harus bertarung dengan Predator.

Film ini disutradarai oleh sutradara "10 Cloverfield Lane" Dan Trachtenberg dan akan tayang di Hulu pada 5 Agustus 2022. Ulasan awal sangat positif, mengisyaratkan arah baru yang berani dan menarik untuk waralaba Predator.

Namun banyak yang menyuarakan kekecewaannya karena film tersebut tidak mendapatkan rilis teatrikal seperti angsuran sebelumnya dan justru langsung menuju layanan streaming. Dalam sebuah wawancara dengan Uproxx, Trachtenberg membuka tentang keputusan untuk membawa film ke Hulu meskipun merancangnya untuk dilihat dengan penonton di bioskop.


"Maksud saya, lihat, kami membuatnya menjadi pengalaman teater yang besar dan sisi negatifnya, itu tidak dirilis seperti itu," kata sutradara. "Jadi Anda tidak bisa melihatnya di teater, tetapi sisi positifnya, Anda bisa mendapatkan di ruang tamu Anda pengalaman teater raksasa."

Trachtenberg mengungkapkan bahwa keputusan itu dibuat karena Disney ingin merilis film yang akan menarik penonton ke Hulu. Jika dirilis di bioskop, kemungkinan harus pergi ke HBO seperti yang dilakukan 20th Century Pictures di masa lalu karena kontrak sebelumnya yang harus dipatuhi Disney.

"Ini tidak seperti tempat pembuangan video langsung," lanjutnya. "Ini seperti, 'Ini film sungguhan.' Ada begitu banyak tempat yang orang ingin orang lain rasakan, saya benci mengatakan kata konten… Mereka ingin segala sesuatunya terasa premium, kan?"

"Jadi mereka berharap untuk benar-benar menyalakan platform untuk mengatakan, 'Kami tidak hanya mengeluarkan tarif yang lebih kecil dan anggaran lebih rendah. Bahwa ini juga merupakan tempat untuk memiliki pengalaman sinematik raksasa'," pungkas Trachtenberg.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait