Beredar Foto Irene Red Velvet Bareng Staf di Bali, Bukan Kontroversi Tapi Tetap Jadi Bahasan
Instagram/redvelvet.smtown
Selebriti

Sayangnya, foto tanpa konteks ini digunakan untuk menjatuhkan Irene. Faktanya, foto tersebut tidak membuktikan bahwa Irene menggunakan kekuasaan secara berlebihan terhadap stafnya.

WowKeren - Irene Red Velvet menerima banyak kritikan atas kontroversi atas kontroversi penyalahgunaan kekuasaan pada 2020 di mana ia memarahi seorang staf. Idol tersebut sudah minta maaf, tapi akibat kontroversi ini, ia sepi tawaran job individu. Baru-baru ini, Irene kembali jadi pembicaraan usai beredar fotonya saat di Bali.

Sebuah postingan dengan judul, "Seorang idol yang menggunakan kekuasaan secara berlebihan lagi" dipublikasikan di komunitas online. Ada tiga orang di foto itu, termasuk Irene. Irene dan salah satu anggota staf dengan ringan memegang kereta dengan kedua tangan. Anggota staf lain menyeret kereta yang berisi koper.

Netizen yang mengunggah postingan menulis, "Semua barang bawaan diseret oleh staf, meskipun dia mengatakan mereka adalah teman sejati yang melakukan perjalanan bersama. Siapa yang akan menyuruh teman mereka mengambil semua barang bawaan mereka saat liburan? Ini benar-benar menjijikkan."

Sayangnya, foto tanpa konteks ini digunakan untuk menjatuhkan Irene. Faktanya, foto tersebut tidak membuktikan bahwa Irene menggunakan kekuasaan secara berlebihan terhadap stafnya. Sebuah foto yang mengabadikan momen tidak dapat menjadi dasar untuk mendukung asumsi.


Beredar Foto Irene Red Velvet Bareng Staf di Bali, Bukan Kontroversi Tapi Tetap Jadi Bahasan

Daum

Irene sempat menjadi kontroversi karena penyalahgunaan kekuasaan pada 2020. Kontroversi menyebar dua tahun lalu ketika editor-stylist A, yang memiliki pengalaman 15 tahun, mengungkapkan di SNS bahwa dia terluka oleh tindakan Irene. Meskipun tidak diungkapkan apa yang dilakukan Irene secara detail, A menulis, "Aku diinjak-injak dan dilecehkan secara menyeluruh", membuat orang berasumsi bahwa Irene menggunakan kekuasaan secara berlebihan seperti pelecehan verbal.

Irene mengakui kesalahannya dan meminta maaf saat itu. Dia mengunjungi sang stylist dan meminta maaf, serta bertemu dengan dua anggota tim stylist secara langsung dan menundukkan kepalanya. Dia juga memposting permintaan maaf resmi seperti yang diminta oleh pengungkap.

Namun, Irene tetap dicap sebagai pelaku penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan sat ia kembali sebagai member Red Velvet, dia tidak muncul di program hiburan selain acara musik dan bekerja dengan tenang, jauh dari publik sebanyak mungkin.

(wk/dewi)


You can share this post!

Related Posts