Berisiko Picu Trauma, Berikut 7 Tips Bijak Hadapi Hubungan Red Flag
Pxhere
SerbaSerbi

Hubungan red flag dinilai berbahaya dan tidak sehat bahkan disarankan untuk segera ditinggalkan. Nah, simak 7 tips bijak berikut untuk mengatasi hubungan red flag.

WowKeren - Istilah red flag kian populer di tengah masyarakat terutama kalangan anak muda. Istilah ini dipakai untuk menandai hubungan yang berbahaya atau tidak sehat. 7 tanda hubungan red flag juga sudah sempat dibahas WowKeren di artikel sebelumnya.

Namun, masih banyak yang belum sadar jika mereka berada dalam hubungan red flag. Tak sedikit pula yang memilih untuk mengabaikannya. Padahal, masalah dalam hubungan perlu untuk dikomunikasikan dan diselesaikan. Hal itu sesuai dengan anjuran psikolog Dulcinea Pitagora, Ph.D.


"Jika perilaku pasangan Anda membuat Anda merasa ragu, itu pertanda bahwa ada sesuatu yang perlu ditangani baik dengan diri Anda sendiri, dengan mereka, atau dengan terapis. Terlepas dari apakah penyelesaiannya dengan perpisahan atau memperbaiki, penting untuk menghargai perasaan Anda sendiri," kata Dulcinea.

Karena itu, WowKeren telah merangkum 7 tips bijak untuk menghadapi hubungan red flag. Tak perlu menunggu lama, yuk langsung saja simak di artikel berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Pertahankan Komunikasi Yang Baik


Pertahankan Komunikasi Yang Baik
Pixahive

Komponen terpenting dalam hubungan adalah komunikasi. Bersikaplah terbuka dan diskusikan segala persoalan dengan bijak. Dengan komunikasi yang baik, konflik dalam hubungan lebih mudah teratasi. Psikolog Jessica January Behr, Psy.D membenarkan pandangan demikian.

"Satu-satunya cara untuk mengatasi red flag adalah dengan bersikap terbuka dan menanyakan apa yang pasangan butuhkan. Melalui komunikasi, Anda mungkin dapat menemukan pemahaman baru atau toleransi yang memungkinkan hubungan berlanjut atau tidak," kata Jessica.

2. Hindari Terlalu Emosional


Hindari Terlalu Emosional
Pexels

Sangat disarankan agar menyelesaikan konflik dalam hubungan dengan hati dan pikiran yang tenang. Sebisa mungkin jangan terpancing emosi bahkan melakukan kekerasan. Hal itu hanya akan memperkeruh suasana. Psikolog, Erin Eatough, PhD menyarankan hal tersebut.

"Tidak ada yang salah dengan jujur dengan perasaan Anda. Tetapi jangan menggunakan amarah atau emosi berlebih. Saat menangani subjek yang sulit dalam hubungan, bersikap tenang dapat membantu Anda mencapai solusi seefektif dan sebaik mungkin," saran Erin.

3. Jangan Takut Menegur


Jangan Takut Menegur
negativespace.co

Hubungan red flag kerap diabaikan oleh sebagian orang. Salah satu faktor pemicunya karena mereka takut menegur atau cekcok dengan pasangan. Psikolog Jessica January Behr, Psy.D pun melarang sikap demikian. Menurutnya, pasangan harus tahu tentang kegelisahan Anda.

"Biarkan pasangan Anda tahu jika perilaku atau emosi mereka tidak dapat diterima dan jelaskan mengapa. Bertanya bahkan menegur tidaklah salah justru mungkin dapat membantu memperbaiki hubungan Anda dan pasangan," jelas Jessica.

4. Tetapkan Batas Kesabaran


Tetapkan Batas Kesabaran
Rawpixel

Bersikap tegas dalam hubungan juga sangat disarankan. Jangan biarkan pasangan menyakiti hati Anda berulang kali. Anda perlu tahu kapan harus meninggalkan hubungan yang tak lagi sehat. Apalagi jika pasangan tak mau berubah menjadi lebih baik. Pakar hubungan Logan Ury membenarkan hal itu.

"Jika Anda telah berkomunikasi dan mengungkap kekecewaan, namun pasangan tetap tidak berubah, mungkin Anda dan dia tidak cocok. Tetapkan batas kesabaran kapan Anda harus bertahan atau pergi. Lebih baik mencari hubungan lain yang dapat menghargai Anda," ujar Logan.

5. Minta Saran Keluarga Atau Teman


Minta Saran Keluarga Atau Teman
Pexels

Bila merasa tertekan atau frustasi, cobalah untuk meminta dukungan teman atau keluarga. Pasalnya, mereka nantinya yang akan berada di samping Anda ketika terpuruk. Saran dan nasihat keluarga biasanya juga membantu Anda dalam menyelesaikan masalah. Psikolog Lori Lawrenz, PsyD menyetujui pandangan tersebut.

"Pulihkan hati dan pikiran Anda dengan menemui teman atau keluarga yang dapat mendukung Anda. Mereka adalah orang-orang yang akan tinggal di sisi Anda setelah Anda mengakhiri hubungan. Anda membutuhkan mereka untuk dukungan emosional, saran dan nasehat," papar Lori.

6. Jangan Diabaikan


Jangan Diabaikan
Rawpixel

Jangan mengabaikan bahaya dari hubungan red flag. Persoalan yang muncul tidak akan selesai bila tak diskusikan oleh kedua belah pihak. Anda juga perlu menghargai diri sendiri dengan tidak terus-menerus tersakiti karena pasangan. Saran demikian disampaikan oleh pakar kencan Susan Trombetti.

"Jika Anda melihat tanda red flag dalam hubungan, jangan abaikan dan berharap itu hilang dengan sendirinya. Hadapilah secara langsung dengan bertanya pada diri sendiri mengapa hal itu mengganggu Anda, mengkomunikasikan kekhawatiran Anda kepada pasangan, dan mengatasinya atau mengakhiri hubungan," papar Susan.

7. Cari Bantuan Psikolog Bila Perlu


Cari Bantuan Psikolog Bila Perlu
Pxhere

Langkah terakhir yang juga efektif membantu adalah mendatangi psikolog atau pakar hubungan. Dengan bantuan ahli, Anda dapat menerima saran dan dukungan. Biasanya saran yang mereka berikan lebih solutif dan lebih cepat membantu Anda dalam menyelesaikan masalah. Psikolog Carla Marie Manly membenarkan pandangan demikian.

"Terkadang, Anda mungkin memerlukan bantuan untuk memperbaiki hubungan. Tidak ada salahnya meminta bantuan profesional untuk mengatasi masalah Anda. Psikolog dapat menawarkan perspektif netral dan dukungan yang tidak memihak. Mereka juga dapat mengajari Anda strategi baru untuk menangani dan menyelesaikan konflik," saran Carla.

Itu dia 7 tips bijak untuk mengatasi hubungan red flag versi WowKeren. Semoga artikel di atas membantu sobat WowKeren terhindar dari hubungan red flag ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. See you!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait