Bella Hadid Akui Kehilangan Banyak Teman Dan Pekerjaan Usai Tunjukan Dukungan Ke Palestina
Instagram/bellahadid
Selebriti

Bella Hadid bicara soal kebencian yang ia terima usai menunjukan dukungan pada Palestina. Bella mengaku kehilangan banyak pekerjaan dan teman imbas dukungan tersebut.

WowKeren - Model berdarah Eropa-Arab Bella Hadid diketahui begitu menginginkan mengenal lingkungan Islam. Ia bahkan sempat terang-terangan mengaku ingin dibesarkan di lingkup keluarga Islam.

Seperti yang diketahui, ibu Bella yakni Yolanda Hadid adalah model kelahiran Belanda. Sedangkan sang ayah adalah seorang pengusaha real estate asal Palestina, Mohamed Hadid. Bella lahir di Washington DC kemudian keluarga itu pindah ke California, Amerika dan Hadid bersaudara dibesarkan di sana.

Pada tahun 2020, Bella dan kakak perempuannya, Gigi Hadid juga menunjukan dukungan dan pembelaan mereka kepada Palestina di tengah konflik yang berlangsung di negara Timur Tengah. Bella pun mengungkap bahwa hal tersebut pernah memicunya kehilangan banyak pekerjaan dan teman.

Pengakuan menarik itu disampaikan Bella baru-baru ini dalam podcast The Rep. Bella mengakui ia mulai vokal mendukung negara kelahiran sang ayah sejak usia 20 tahun. Sejak saat itu, Bella kehilangan banyak pekerjaan dan teman bahkan yang telah ia kenal lama sekalipun.


"Saya memiliki begitu banyak kerja sama dengan perusahaan yang berhenti bekerja dengan saya," kenang Bella. "Saya punya teman-teman yang benar-benar menjatuhkan saya. Bahkan teman-teman yang pernah mengajak saya makan malam bersama di rumah mereka dan kami telah mengenal selama tujuh tahun, seperti sekarang tidak akan membiarkan saya datang ke rumah mereka lagi."

Bella juga tak habis pikir dengan tudingan jahat yang mengarah padanya ketika ia mendukung Palestina. Sementara, ia tak dihujat ketika memberi dukungan kepada negara lain.

"Dan yang menarik adalah ketika saya berbicara tentang Palestina, saya dicap sebagai sesuatu yang bukan saya. Tetapi ketika saya berbicara tentang hal yang sama yang terjadi di tempat lain di dunia, itu terhormat. Jadi apa bedanya?" papar Bella.

Menurut Bella, tak ada yang salah dengan keputusannya membela Pelestina. Ia malah merasa cemas ketika tak membela dan menyuarakan keadilan.

"Saya memiliki kecemasan yang luar biasa karena tidak mengatakan hal yang benar dan tidak menjadi apa yang dibutuhkan semua orang setiap saat. Tetapi saya juga menyadari bahwa saya telah menyelesaikan pendidikan saya dengan cukup," pungkas Bella. "Saya cukup mengenal keluarga saya, saya cukup mengetahui sejarah saya sendiri. Dan itu seharusnya sudah cukup."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait