Kediaman Yusuf Mansur Lagi-Lagi Digeruduk Hingga Sumpah Ini Diungkap, Kenapa Lagi?
Instagram/yusufmansurnew
Selebriti
Investasi Bodong Yusuf Mansur

Yusuf Mansur kembali bikin heboh dunia hiburan usai kediamannya dikabarkan telah digeruduk sejumlah orang. Mereka tak lain korban dari investasi batu bara yang sampai kini tak ada kejelasan dari Yusuf Mansur.

WowKeren - Pendakwah sekaligus pengusaha Yusuf Mansur lagi-lagi curi perhatian publik. Sebelumnya, nama Yusuf sendiri ramai jadi perbincangan usai beredar kabar bahwa dirinya telah menipu jemaahnya dengan iming-iming investasi.

Yusuf sempat digugat atas kasus investasi tabung tanah namun rupanya ditolak oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Ia pun ucap syukur kala itu yang ia bagikan di Instagram pribadinya.

Namun baru-baru ini, kediaman Yusuf justru kembalo digeruduk oleh sejumlah ornag yang mengaku sebagai korban inestasi batu bara. Investasi tersebut diikuti oleh 250 pengurus dan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata, Bogor.

Mereka datangi rumah Yusuf yang berada di kawasan Ketapang Poncol, Cipondoh, Kota Tangerang pada Rabu (24/8). "Karena tidak ada kejelasan, kami dengan berat hati bermubahalah sepihak, namun hasilnya kami serahkan kepada Allah," jelas Koordinator Mubahalah, Zaini Mustofa.


Para investor telah mengeluarkan dana dengan nominal beragam dan terbesar capai Rp5,6 Miliar. "Kami mau berinvestasi di program Yusuf Mansur karena dijanjikan keuntungan dana tergantung besarnya investasi," sambungnya lagi.

Lewat kesempatan ini, mereka sekaligus menyampaikan tuntutan berupa kejelasan investasi serta bacakan sumpah bahwa mereka benarlah korban dari Yusuf. Dalam sumpah ini mereka singgung soal laknat Tuhan.

"Jika yang disampaikan merupakan kebohongan, mereka bersiap untuk dilaknat oleh Allah SWT. Begitu pula sebaliknya, jika Yusuf Mansur yang berbohong dan tidak mengakui terlibat dalam bisnis investasi tersebut, maka mereka menyumpahkan agar Yusuf Mansur yang akan dilaknat Allah SWT," bebernya.

Sementara itu diketahui bahwa dalam aksinya para korban tak sampai lakukan kekerasan. Mereka hanya sampaikan aspirasi yang kemudian membubarkan diri dengan bershawalat serta mengucap takdir.

(wk/devi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait