Ernest Prakasa Tak Habis Pikir Soal Rencana Anggaran Kalender Capai Nilai Fantastis
Instagram/ernestprakasa
Selebriti

Ernest Prakasa rupanya ikut menyoroti soal kabar DPR akan menganggarkan uang fantastis untuk kalender. Ernest Prakasa pun tampak heran dengan anggaran tersebut.

WowKeren - Ernest Prakasa rupanya ikut menyoroti soal kabar rencana anggaran kalender. Sebagai informasi, DPR RI disebut akan mencetak kalender senilai hampir Rp 1 miliar yang dananya diambil dari APBN 2022. Rencananya, biaya cetak untuk 20 ribu lembar kalender itu menelan anggaran sebesar Rp 955 juta.

Terkait hal ini, Ernest Prakasa memberikan tanggapan melalui cuitan di akun Twitter pribadi. Ernest seolah heran dengan langkah DPR RI menganggarkan dana hampir Rp 1 miliar untuk kalender.

Menurut Ernest Prakasa, uang pajak rakyat kembali jadi sasaran. Padahal saat ini, masyarakat sudah bisa melihat kalender lewat ponsel masing-masing.

"Lihat bagaimana uang pajak kita dijadikan lahan korupsi, padahal sekarang kalender udah ada di hape," cuit Ernest Prakasa di akun Twitter pribadi.


Cuitan dari Ernest Prakasa itu langsung mendapat tanggapan dari netizen. Mereka juga tampak heran dengan anggaran bernilai fantastis untuk kalender.

"Mungkin mau nyetak kalender yg tanggal merahnya banyak kali," komentar salah satu netter. "Blg pemborosan di sektor ini itu. Ternyata didalem paling paling," kata netter lain. "Kalender nya terbuat dri emas yang bisa di makan atau jadi hidangan lezat mgkin yaa," ucap netter lain. "Kadang2 dpr buat aturan yang gak berguna sma lakuin hal lain yng gk berguna jga, yng gk nerima pendapat gw anaknya anggota dpr," tambah netter lain.

Daftar anggaran tersebut diketahui tertulis di laman https://lpse.dpr.go.id. Nilai pagu paket Rp955.737.000 dan Nilai HPS paket Rp901.875.000 serta memiliki jenis kontrak lumsum.

Sementara sebelumnya, Ernest Prakasa juga sempat menyinggung soal dana pensiun untuk anggota DPR RI. "Buat yang bilang 'DPR enak bener kerja 5 tahun pensiunan seumur hidup' jaga mulut anda! 5 tahun itu MASA JABATAN. Menjabat dan bekerja itu dua hal yang berbeda. Kok kalian ini sembrono sekali menuduh mereka selalu bekerja," pungkas Ernest Prakasa. "Tolong jangan menuduh sembarangan!" kata Ernest Prakasa.

(wk/dess)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait