Keisya Levronka spontan mengucapkan kata jijik saat Marshel Widianto mengeluarkan rayuan mautnya. Bukan tanpa alasan, ternyata perasaan jijik yang dimaksud Keisya dikarenakan ini.
- Marina Larasati
- Rabu, 14 September 2022 - 08:50 WIB
WowKeren - Penyanyi pendatang baru Keisya Levronka kerap kali menuai sorotan berkat aksi panggungnya. Cara Keisya bernyanyi yang sayangnya beberapa kali tidak mampu menjangkau nada tinggi menjadi bahan gunjingan publik. Namun, tak sedikit pula yang membela remaja 19 tahun ini.
Berkat kepopulerannya itu, Keisya banyak diundang di berbagai acara TV. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah saat ia menjadi bintang tamu di program acara yang dibawakan oleh Marshel Widianto dan Mumuk Gomez.
Di mana pada satu kesempatan Marshel melontarkan gombalannya untuk Keisya. Marshel mencoba memberikan pertanyaan ke Keisya, namun diselingi dengan kata-kata yang puitis.
"Jikalau aku berani menanyakan hal yang fundamental ini, untuk memengaruhi aku sebagai lelaki yang haus akan cinta, intinya kamu udah punya pacar belum?" tanya Marshel Widianto pada Keisya Levronka yang duduk di seberangnya.
Alih-alih tersipu malu dengan kalimat puitis yang disampaikan Marshel, Keisya malah mengatakan jika hal itu membuatnya jijik. Bukan tanpa alasan, rupanya pelantun "Tak Ingin Usai" ini bukan tipe perempuan yang suka dirayu dengan kata-kata puitis.
"Aku jijik banget tahu kalau denger yang puitis-puitis gitu, nggak suka," jelas Keisya Levronka seraya menunjukkan ekspresi gelinya dan tertawa.
Mendengar respons Keisya, Marshel pun tampak kebingungan. Padahal, ia sudah berlatih untuk mengucapkan kata-kata manis yang harapannya bisa membuat Keisya takjub.
"Gue dari tadi di toilet udah begini-begini lho (latihan), lo bilang jijik. Ih, kok kayak makanan jatoh ya, jijik ya," ujar Marshel Widianto dalam tayangan YouTube SEA Today News beberapa waktu lalu.
Respons kocak dari Marshel ini sontak menimbulkan gelak tawa dari keduanya. Keisya pun menerangkan kalau dirinya memang lebih suka berbicara secara to the point dengan lawan bicaranya. Karenanya ia kurang nyaman saat seseorang menggombalinya dengan kata-kata manis.
(wk/lara)