Gus Miftah Nangis Saat Kirim Doa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Hingga Pertanyakan Hal Ini
Instagram/gusmiftah
Selebriti
Tragedi Kanjuruhan

Gus Miftah tak kuasa menahan tangis saat membicarakan mengenai tragedi Stadion Kanjuruhan hingga saat kirim doa untuk para korban meninggal, sekaligus pertanyakan hal ini.

WowKeren - Kericuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10) malam lalu. Keributan berawal dari beberapa supporter turun lapangan usai kekalahan tim Arema 2-3 dari Persebaya. Setelah itu banyaknya serbuan supporter membuat polisi akhirnya menembakkan gas air mata yang menambah kepanikan penonton lain. Imbas dari tragedi ini menyebabkan banyak nyawa yang terenggut dan menjadi korban meninggal dunia.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban namun juga seluruh masyarakat Indonesia lainnya. Gus Miftah salah satu yang ikut menyampaikan bela sungkawa melalui media sosial.

Gus Miftah nampak begitu bersedih atas terjadinya tragedi yang merenggut banyak nyawa tersebut. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, ini sampai tak kuasa menahan tangisnya. Gus Miftah meluapkan duka terkait banyaknya korban jiwa yang jatuh dalam tragedi tersebut. Gus Miftah menyayangkan banyak nyawa melayang dikarenakan kericuhan dari supporter bola ini.

Innalillahi wainnailaihi raji'un. Innalillahi wainnailaihi raji'un,” ucap Gus Miftah menangis. “Tidak layak kiranya satu nyawa pun melayang hanya gara-gara sepakbola. Apa yang kita bela? Sepakbola bukan agama. Kenapa harus kembali terjadi begitu banyak orang kehilangan nyawa gara-gara sepakbola.”

Tak lupa Gus Miftah juga mengirimkan doa bagi korban wafat dari kejadian tragedi Kanjuruhan ini. “Untuk semua korban Alfatihah,” ucapnya kembali tak kuasa menahan tangis.


Sementara itu melalui keterangan video, Gus Miftah kembali menyampaikan duka citanya yang mendalam. Ia juga mempertanyakan perihal tembakan gas air mata, yang dikabarkan membuat banyak orang semakin panik hingga berdesakan ke pintu keluar.

-Tidak ada satu pun pertandingan sepakbola yang setara dengan nyawa manusia-,” sambung Gus Miftah dalam keterangan video. “Kenapa harus ada tembakan gas air mata?” ujarnya.

Warganet sontak kembali meninggalkan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang terjadi. Tak sedikit yang begitu menyayangkan penyebabnya. Terlepas dari itu, doa kembali mengalir deras untuk para korban berjatuhan dari tragedi tersebut.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, buka suara terkait alasan polisi pakai gas air mata. Mahfud MD menjelaskan situasi di lapangan kala itu saat semakin banyak supporter yang turun ke lapangan membuat polisi kewalahan. Karena itu lah polisi berusaha membuat situasi kondusif kembali dengan terpaksa menggunakan gas air mata.

(wk/sept)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait