Tamara Tyasmara Ziarah ke Makam Dante Jelang Rekonstruksi Kematian Sang Anak
Instagram/tamaratyasmara
Selebriti

Tepat satu bulan kepergian Dante, Tamara Tyasmara tampak mengunjungi makam sang anak pada Selasa (27/2). Di sisi lain, reka ulang adegan tenggelamnya Dante akan segera digelar oleh pihak kepolisian.

WowKeren - Rasa duka mendalam hingga kini masih dirasakan oleh Tamara Tyasmara. Kepergian sang putra, Dante, untuk selama-lamanya membuat Tamara begitu kehilangan. Tepat satu bulan kepergian Dante, Tamara pun tampak mengunjungi makam sang anak pada Selasa (27/2).

Momen ini dipamerkan langsung oleh Tamara melalui unggahan InstaStory miliknya. Dalam potret yang diunggah, makam Dante tampak dihiasi bunga-bunga segar. Mantan istri DJ Angger Dimas ini pun menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

"Hari ini tepat 1 bulan kaka pergi ninggalin kita semua [sic!]," tulis Tamara seraya menambahkan emoji hati warna hitam. "Al Fatihah."

Tamara Tyasmara Ziarah ke Makam Dante

InstaStory

Di sisi lain, reka ulang adegan saat mantan kekasih Tamara, YA, menenggelamkan Dante akan digelar pada Rabu (28/2). Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Rovan Richard Mahenu mengatakan bahwa pihak Tamara akan ikut hadir.


Acara gelar perkara kejadian atau rekonstruksi ini akan dilakukan di lokasi kejadian. Rencananya, reka ulang kejadian ini akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Dante diketahui meninggal dunia usai tenggelam di kolam renang kawasan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada 27 Januari lalu. Dari hasil penyelidikan, YA menenggelamkan Dante hingga 12 kali. Ia berdalih sedang melatih pernapasan Dante.

Namun, latihan pernapasan yang dilakukan YA dinilai menyimpang dan tidak sesuai dengan prosedur. Menurut saksi ahli, Albert Sutanto, pelatih renang sejatinya wajib memberikan aba-aba hingga anak siap. Namun, yang dilakukan YA malah langsung menenggelamkan Dante tanpa persiapan.

"Enggak ada prosedur yang benar yang dilakukan oleh saudara Yudha itu," kata Albert belum lama ini. "Kalau untuk belajar berenang itu tidak ada menahan napas sampai dengan segitu lama. Itu hanya untuk belajar menyelam, menyelam di laut (untuk para) diver, itu mereka perlu menahan napas."

"Si anak ini harus bersiap-siap untuk ambil napas, ambil napas dulu yang dalam, baru satu...dua...tiga...kita tenggelamkan. Jadi, anak itu dalam kondisi yang siap dan harus berhadapan, face to face," terang Albert. "Kalau Dante itu, kan, tanpa persiapan ambil napas, langsung ditenggelamin, itu di luar dari prosedur. Kalau hampir 24 detik, 26 detik (ditenggelamkan), untuk anak usia 6 tahun itu tidak ada fungsinya. Fungsinya pada saat belajar berenang itu, kan, bukan seberapa lama dia bisa bertahan di air, tapi justru dia harus bisa dengan periode tertentu untuk mengatur napas itu."

(wk/diah)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait