Begini sikap sejumlah perusahaan teknologi terkemuka AS atas larangan imigran dan pengungsi muslim Trump.
- Tim WowKeren
- Selasa, 31 Januari 2017 - 15:52 WIB
WowKeren - Kebijakan Donald Trump melarang imigran dan pengungsi dari sejumlah negara Islam menuai beragam polemik. Banyak rakyat Amerika Serikat yang turun ke jalan menggelar demo untuk menolak peraturan tersebut.
Kecaman juga dilontarkan oleh sejumlah petinggi perusahaan teknologi di Amerika Serikat. Pasalnya, sebagian dari karyawan mereka berasal dari luar negeri, bahkan ada yang dari negara-negara yang dilarang oleh kebijakan Trump.
Reaksi keras salah satunya dikemukakan oleh Google. Bahkan baru-baru petinggi dan ratusan karyawan Google juga menggelar unjuk rasa menolak kebijakan tersebut.
CEO Facebook, Mark Zuckerberg juga tak ketinggalan menolak larangan ini. Melalui akun Facebooknya, Zuckerberg mengaku juga khawatir pada kebijakan ini.
CEO Microsoft, Satya Nadella juga sangat mengecam kebijakan ini, mengingat dirinya sendiri adalah imigran. Nadella mengungkap setidaknya ada 75 karyawannya yang terkena dampak kebijakan itu. Oleh karenanya ia berjanji akan mengirimkan bantuan hukum untuk mereka.
Reaksi yang sama juga ditunjukkan oleh CEO Airbnb Brian Chesky. Dalam pernyataannya baru-baru ini Chesky bahkan berjanji menyediakan penginapan gratis bagi pengungsi atau siapapun yang tidak diizinkan masuk AS sebagai dampak dari kebijakan tersebut.
Seperti diketahui, dalam kebijakannya Trump melarang imigran dan pengungsi dari setidaknya tujuh negara muslim. Antara lain seperti Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Yaman, dan Somalia.
(wk/)