Apa yang menyebabkan Donald Trump marah saat berbicara dengan PM Australia, Malcolm Turnbull?
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Februari 2017 - 15:25 WIB
WowKeren - Meski baru saja menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terus menjadi sorotan. Seperti baru-baru ini saat ia berbicara dengan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull terkait kesepakatan penampungan pengungsi.
Pada awalnya Trump berbicara secara biasa. Hingga 25 menit kemudian suasana menjadi tegang dan Trump marah. Ia bahkan sampai menutup telepon secara tiba-tiba.
Berdasarkan pemberitaan media, Trump kabarnya marah lantaran harus menerapkan kesepakatan yang dibuat pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama terkait pengungsi dari Pulau Manus dan Nauru. Sementara baru-baru ini, Trump baru saja mengeluarkan kebijakan mengenai imigran yang menuai kontroversi.
Seorang wartawan CNN, Jim Acosta sempat membahas mengenai hal ini di akun media sosialnya. Saat berbicara dengan Turnbull, Trump tiba-tiba meradang saat PM Australia itu berusaha membahas isu luar negeri lainnya termasuk konflik Suriah.
"Saat berbicara melalui telepon dengan PM Australia soal pengungsi, Trump tiba-tiba menarik gagang telepon dari telinga dan mengatakan ingin mengakhirinya, dan ia langsung mengakhirinya begitu saja," ujarnya.
Sementara pajabat Senior AS mengatakan jika Trump sempat menyebut jika pembicaraannya dengan Turnbull sebagai "percakapan telepon terburuk" dari empat pemimpin dunia lainnya. "Ini kesepakatan terburuk yang pernah ada," ujar Trump saat itu.
Sikap Trump tersebut sontak menjadi sorotan dan beragam reaksi. Tidak sedikit yang khawatir hal ini akan memanaskan hubungan antara AS dan Australia.
Sementara itu, seperti diketahui dalam kesepakatan 2016 lalu, AS menyatakan kesediaannya untuk menampung 1250 pencari suaka yang berada di penampungan di kepulauan Papua Nugini dan Nauru. Sedangkan Australia berjanji akan menerima pengungsi dari Salvador, Guatemala dan Honduras.
(wk/)