Larangan Perjalanan Trump Diterapkan, Petinggi Perusahaan IT Protes Keras
Dunia

Begini ungkapan kekecewaan sejumlah petinggi perusahaan IT atas diberlakukannya larangan perjalanan.

WowKeren - Larangan perjalanan yang digagas Donald Trump resmi diberlakukan. Meski sempat menuai kontroversi, baru-baru ini pengadilan AS akhirnya memutuskan untuk mencabut pembekuan atas kebijakan itu sebagian.

Dengan adanya kebijakan itu maka warga dari enam negara mayoritas muslim, Iran, Suriah, Yaman, Libya, Sudan, dan Somalia kini dilarang memasuki AS. Kecuali jika mereka memiliki keluarga atau bisnis di AS.

Diberlakukannya kebijakan tersebut tak pelak membuat sejumlah pihak meradang. Protes keras diantaranya dilayangkan oleh sejumlah petinggi perusahaan IT.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan jika AS seharusnya bangga bisa menjadi tempat untuk para Imigran. "Kita seharusnya membuka pintu untuk pengungsi dan mereka yang membutuhkan pertolongan," ujarnya.


Reaksi keras juga disuarakan oleh CEO Apple, Tim Cook. Menurutnya kebijakan itu membuat para karyawannya gelisah. Ia menegaskan jika Apple tidak akan ada jika bukan karena imigran, mengingat ayah pendiri Apple, Steve Jobs lahir di Suriah.

CEO Amazon, Jeff Bezon juga terang-terangan menentang larangan tersebut dan menegaskan dukungan untuk imigran. Menurutnya imigran memiliki energi dan bakat yang justru menguntungkan yang seharusnya tidak dilemahkan.

Sementara itu, sejumlah negara bagian tampal ikut menolak kebijakan yang diterapkan Trump tersebut. Salah satunya Hawaii yang langsung meminta pengadilan federal untuk memberikan klarifikasi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait