Gelar Konser di Texas, Justin Timberlake Jenguk Korban Penembakan
Musik

Justin menjenguk salah satu korban bernama Sarah yang terkena tembakan dan harus mengalami operasi darurat saat kejadian tersebut.

WowKeren - Insiden penembakan massal terjadi di Santa Fe High School, sebuah sekolah menengah di Texas, Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu memang menghebohkan publik. Menurut keterangan pihak kepolisian, sepuluh orang tewas dalam peristiwa mengerikan tersebut. Tak hanya itu, hingga kini sejumlah korban luka-luka juga masih berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Kejadian naas tersebut tentunya menggerakkan hati beberapa selebriti papan atas. Salah satunya adalah Justin Timberlake. Baru-baru ini, pelantun "Can't Stop the Feeling" tersebut mengunjungi para korban penembakan di rumah sakit Texas selang sepekan setelah peristiwa tragis itu. Kunjungan ini dilakukan oleh Justin di sela tur "Man of the Wood" yang dilangsungkan di Amerika selama beberapa pekan ke depan.


Justin menjenguk salah satu korban bernama Sarah Salazar. Sebelumnya Sarah diketahui terkena tembakan dan harus mengalami operasi darurat saat kejadian tersebut. Hingga saat ini, Sarah pun harus mendapatkan perawatan secara intensif.

Dilansir E!News pada Rabu (30/5), ibunda Sarah, Sonia Lopez-Puentes, mengatakan bahwa putrinya tengah menunggu operasi penggantian bahu dan harus terus menggunakan selang sonde selama enam pekan. Menurut laman GoFundMe yang dibuat oleh bibi Sarah, bahu siswi tersebut hancur, mandibula dan beberapa tulang rusuknya retak setelah ditembak dari leher hingga ke pahanya.

Justin jenguk korban penembakan

E!News

Laman tersebut juga menyebutkan bahwa kini Sarah sedang diintubasi dan akan memerlukan beberapa operasi. Awalnya, Sarah dilarikan ke unit operasi darurat dan berada di unit perawatan intensif. Sejauh ini, laman tersebut telah mengumpulkan donasi sebesar USD 21.985 (sekitar Rp 308,6 juta) selama sembilan hari.

"Bahunya hancur. Rahangnya retak dan dia juga memiliki beberapa patah tulang rusuk. Dia ditembak dari leher ke pahanya. Dia diintubasi dan sedang memulihkan diri dari trauma pada pembuluh leher. Setelah itu, dia akan memerlukan beberapa operasi," jelas sang bibi.

Pada Jumat (18/5) lalu, Dimitrios Pagourtzis, seorang siswa laki-laki berusia 17 tahun menembakkan senapan dan pistolnya ke berbagai arah dan menewaskan sepuluh korban jiwa, yang terdiri dari delapan murid dan dua guru. Sementara 13 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Sebelumnya, The Houston Chronicle mengungkap bahwa Pagourtzis juga melemparkan bom pipa ke ruang kelas. Dilaporkan pula bahwa alat peledak telah ditemukan di dua tempat tinggal pelaku, termasuk bom molotov. Sementara itu, sejak kejadian naas tersebut, Santa Fe High School dibuka kembali untuk para siswanya pada Selasa (29/5) lalu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...