Menurut Kemal, pengguna aplikasi yang justru memiliki peran besar dalam memanfaatkan teknologi.
- Diah Candra Trisanti
- Rabu, 04 Juli 2018 - 13:57 WIB
WowKeren - Delapan Domain Name System (DNS) Tik Tok diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menkominfo Rudiantara membenarkan pemblokiran tersebut. Menurut Rudiantara, banyak konten negatif dalam platform tersebut.
"Banyak kontennya yang negatif, terutama bagi anak-anak," ujar Rudiantara dilansir CNNIndonesia.com pada Rabu, 4 Juli 2018. "Ada yang tidak senonoh, tidak mendidik, pokoknya tidak pantas untuk anak-anak."
Keputusan Menkominfo itu ternyata menuai banyak kontroversi. Salah satunya dari Kemal Palevi. Menurut Kemal, pengguna aplikasi yang memiliki peran besar dalam memanfaatkan teknologi. Ia pun meminta agar pihak berwenang bisa memberikan edukasi alih-alih melakukan pemblokiran.
"Selalu ambil jalan pintas. Apa2, langsung main blokir. Buat menkominfo yang terhormat, applikasi itu gak pernah salah. Usernya yg salah," tulis Kemal. "Tiktok mah gak ada apa-apanya dibanding youtube, instagram, twitter, facebook, yang jauh lebih parah. Edukasi bapak ibu, edukasi."
Kemal pun menilai jika masyarakat harus melakukan adaptasi dengan perkembangan jaman. Ia pun memberikan beberapa contoh yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
"Ini era millenial, era sosial media. Perubahan zaman, perubahan era. Harus adaptasi. Mau sampai kapan pakai jalan pintas, langsung blokir2," lanjut Kemal. "Memberikan edukasi tentang penggunaan applikasi secara bijak, secara cerdas, itu yang lebih berguna. Bikin campaign, bikin iklan, seperti campaign bahayanya mengunakan narkoba dan seks bebas tanpa pengaman."
Soal pemblokiran, Kemal merasa jika anak muda tidak akan maju. Di akhir tulisannya ia bahkan menyinggung soal kasus yang pernah menimpa selebgram Anya Geraldine dan Awkarin.
"Kalau kayak gini terus, kapan anak2 muda mau maju, bapak ibu," tambah Kemal. "Sedih saya. Dulu harusnya pas Awkarin sama Anya Geraldine dipanggil dan bikin pernyataan, langsung aja blokir YouTube sama Instagram."
Tulisan panjang Kemal itu pun menuai banyak dukungan. Namun tidak sedikit warganet yang tidak menyetujui tulisan Kemal. Menurut warganet, tidak ada manfaat yang diterima saat menggunakan aplikasi Tik Tok.
"Tapi dengan aplikasi ini udah bocah bocah alay mencemarkan nama agama bang, gerakan solat di permainkan tuh gimana bang, kalo di panggil takutnya terulang dan terulang lagi banh," tulis akun @dwiaj***bqi_21. "Yg jelas, manfaat dengan mudorotnya lebih besar mudorotnya, kalau youtubekan banyak manfaatnya," tambah akun @arsy***iza.
(wk/diah)