Wajib Tahu, Begini Cara yang Benar dan Sehat Memasak Daging untuk Hindari Kolesterol
Debragga
Kuliner

Mulai dari memilih bagian, cara memotong, dan mengolah daging harus kamu pertimbangkan agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa timbul karena mengonsumsi daging.

WowKeren - Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu (22/8) kemarin. Umat Islam di berbagai penjuru dunia berbondong-bondong merayakan hari tersebut dengan berkurban. Daging-daging dari hewan kurban tersebut kemudian dibagi-bagikan dan diolah menjadi bermacam-macam masakan.

Di tengah suasana gembira tersebut, kita kadang kala lalai mengenai bahaya penyakit kolesterol yang bisa menyerang kapan saja. Ya, beberapa hal yang menyebabkan kolesterol tinggi memang bisa bersumber dari mengonsumsi daging berlemak, terutama daging kambing.

Akan tetapi, jangan lantas khawatir. Kita masih bisa mengonsumsi daging-daging tersebut dan tetap menghindari kolesterol tinggi? Bagaimana caranya? Kuncinya ada di proses memasaknya.

Jika dilakukan dengan benar, daging-daging yang kita konsumsi tidak akan menjadi sumber kolesterol jahat dalam tubuh. Ingin segera menyantap daging dan tetap sehat karena memasaknya dengan benar? Simak ulasannya berikut ini, ya.

Tidak hanya bertujuan untuk menghindari timbulnya kolesterol tinggi, memasak daging dengan benar juga bisa menghilangkan berbagai bakteri berbahaya. Jika dimasak dengan benar, bakteri yang ada dalam daging seperti Salmonella dan juga E.Coli yang menyebabkan keracunan makanan, berbagai penyakit, bahkan kematian, bisa dihindari.

Memotong daging pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Potongan daging yang lebih baik disarankan berbentuk ramping dan cenderung seperti fillet. Bisa juga dipotong dengan bentuk bulat. Pilih juga bagian-bagian daging sapi yang memiliki lemak paling sedikit, seperti bagian pinggang atau sirloin dan juga bagian has dalam atau tenderloin. Untuk daging kambing, pilih bagian eskremitas dan bagian pinggang.


Selain itu, jangan pernah jadikan daging sebagai makanan utama dan satu-satunya. Imbangi dengan beragam sayuran atau buat daging tersebut menjadi sup atau tumis.

Carolyne Berry, seorang ahli diet bersertifikat di Vancouver, dilansir dari Globalnews.ca, mengatakan bahwa ada banyak cara mengolah daging. Akan tetapi, tidak semuanya bisa membuat daging tersebut menjadi sehat saat dimakan. Cara-cara terbaik dalam mengolah daging adalah dengan cara dipanggang, dibakar, dioven, dibakar langsung, dikukus, dengan cara press cooking, dan juga slow cooking.

Hal yang paling penting adalah hindari memasak daging pada suhu yang sangat tinggi dan berlangsung lama. Memanggang lama dan juga menggoreng daging dikhawatirkan akan memunculkan zat-zat beracun yang berbahaya dan menjadi sumber penyakit ganas, seperti kanker.

Akan tetapi, jika kamu tetap memilih metode memasak daging dengan memanggangnya atau menggorengnya, kamu bisa mengurangi risiko dengan menghilangkan tetesan lemak pada daging. Selain itu, hindari juga memasak daging terlalu lama. Kamu juga bisa mengakalinya dengan memakai lemak dan bumbu-bumbu yang sehat.

Untuk menyingkatnya, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam memasak daging. Pertama, hindari cara pemasakan dengan suhu yang tinggi. Utamakan memasak daging dengan cara merebus, memanggang, atau mengukusnya. Kedua, jika memasaknya dengan cara dibakar, potong dan buang bagian-bagian yang hangus.

Ketiga, hindari kontak langsung antara daging dan api. Minimalkan suhu pemasakan. Hindari memasak di atas suhu 150 derajat celcius. Keempat, olah daging menggunakan minyak zaitun, jus lemon, bawang putih atau anggur merah untuk mengurangi kadar HCA hingga 90 persen. Terakhir, sering-seringlah membalik daging jika memasaknya pada suhu tinggi.

(wk/silm)

You can share this post!

Related Posts