Abaikan Kontroversi Konser Israel, Lana Del Rey Siap Rilis Album Baru
Instagram/lanadelrey
Musik

Tak sendirian, dalam album barunya mendatang Lana bakal bekerja sama dengan musisi kondang Jack Antonoff.

WowKeren - Para penggemar Lana Del Rey patut bersorak. Belum lama ini, pelantun "Summertime Sadness" tersebut mengumumkan bahwa ia akan segera merilis album baru bertajuk "Norman F*cking Rockwell" pada tahun 2019 mendatang.

Dilansir NME pada Kamis (20/9), Lana bakal bekerja sama dengan Jack Antonoff untuk menggarap album keenamnya tersebut. Jack sendiri dikenal sebagai musisi yang pernah bekerja sama dengan sederet penyanyi papan atas lain, seperti Taylor Swift dan Lorde.


"Aku sangat bahagia karena dia (Jack Antonoff) sangat lucu. Judul albumku mendatang adalah 'Norman Fucking Rockwell' dan ini tentang seniman yang sebenarnya jenius tapi dia tidak merasa begitu. Dia mengetahui hal itu tapi tidak berhenti bicara," ungkap Lana saat diwawancara dalam acara Beats 1.

Lana mengaku bahwa albumnya kali ini terinspirasi dari pengalamannya. Ia mengaku sering bertemu dengan seniman seperti itu saat melakukan proses kreatif. Menurutnya, ada banyak seniman yang tak percaya diri dengan karyanya sendiri.

"Aku sangat menyukai judul (album) itu. Aku sangat setuju, sudah pasti aku ingin rekaman dengan judul itu," kata Lana.

Tak hanya itu, musisi berusia 33 tahun ini juga telah merilis single bertajuk "Venice B*tch" sebagai track andalan dari album "Norman F*cking Rockwell".

Lana juga bercerita bahwa ia manajernya sempat ragu kala ia memperdengarkan lagu tersebut untuk pertama kalinya. Pasalnya, "Venice B*tch" berdurasi hampir 10 menit. Sebagai gantinya, Lana pun diminta merilis lagu pop yang hanya berdurasi tiga menit.

"Saat itu aku merasa pada akhir musim panas sebagian orang hanya ingin berkendara selama 10 menit mendengarkan suara gitar elektrik," ungkapnya.

Di sisi lain, sebelum mengumumkan perilisan album barunya, Lana sendiri sempat memancing kontroversi lantaran membatalkan konsernya di Israel beberapa waktu lalu. Kala itu, pelantun "Young and Beautiful" tersebut mengaku gagal menemukan waktu yang tepat untuk turut menggelar konser di Palestina. Keputusan ini rupanya diambil Lana untuk berlaku adil kepada penggemarnya di dua negara yang sedang terlibat konflik tersebut.

You can share this post!

Related Posts