Susi sudah pernah mengingatkan untuk tidak melakukan reparasi maupun pembangunan kapal di pelabuhan.
- Wahyu
- Selasa, 26 Februari 2019 - 09:40 WIB
WowKeren - Kebakaran kapal terjadi di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (23/2). Sedikitnya 34 kapal nelayan hangus terbakar dalam insiden itu.Sebelum kebakaran terjadi, sempat terdengar suara ledakan. Selain itu, kondisi angin yang kencang juga menjadi pemicu semakin besarnya kobaran api sehingga sulit dipadamkan.
Untuk mengetahui penyebab kebakaran, polisi akan memeriksa sejumlah saksi. Ada 18 orang akan diperiksa terkait insiden tersebut.
Terkait hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut angkat bicara. Ia menduga insiden kebakaran tersebut disebabkan karena banyaknya pelanggaran di Muara Baru.
Beberapa pelanggaran yang dimaksud meliputi aktivitas yang tidak seharusnya dilakukan di area pelabuhan, seperti perbaikan dan pembangunan kapal. Sebab kata Susi, pelabuhan seharusnya hanya menjadi tempat untuk sandaran kapal.
"Kejadian timbul (diduga) karena banyak pelanggaran di Pelabuhan Muara Baru, yakni banyak perbaikan, pembangunan kapal, di pelabuhan," kata Susi di Hotel Preanger, Bandung, Senin (25/2). "Padahal pelabuhan itu untuk sandar kapal."
Susi mengatakan bahwa bahwa ia sudah pernah memperingatkan agar kegiatan reparasi maupun kapal tidak dilakukan di pelabuhan. Sebaiknya, aktivitas semacam itu dilakukan di galangan kapal.
"Saya sudah lama peringatkan, tidak boleh pelabuhan untuk reparasi dan pembangunan kapal," tegas Susi. "Kalau mau, harus di galangan kapal."
Selain soal pelanggaran, Susi juga menyebut bahwa dari kapal-kapal yang terbakar ada yang tidak memiliki izin. Sepuluh dari 34 kapal yang hangus tidak terdaftar di perizinan.
"Kita juga melihat 34 kapal yang terbakar banyak terdaftar di sana-sini," ujar Susi. "Tapi 10 di antaranya tidak terdaftar di mana-mana."
Meski demikian, Susi mengatakan pihaknya masih belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kebakaran tersebut. Untuk itu, pihak KKP masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas. "Belum tahu (secara pasti penyebabnya), masih dalam investigasi. Kita masih dalam penyelidikan," pungkas Susi.
(wk/wahy)