Prabowo Marah Hingga Disindir Jusuf Kalla, BPN Sebut Capres 02 Hanya Menegur
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Di segmen debat keempat Pilpres yang membahas masalah pertahanan nasional, ada seorang hadirin yang tertawa dan langsung ditegur oleh Prabowo dengan nada tinggi.

WowKeren - Ekspresi masing-masing kandidat dalam debat keempat Pilpres cukup menjadi sorotan. Seperti yang ditunjukkan oleh Capres 02 Prabowo Subianto. Ekspresi Prabowo dalam mengutarakan argumen serta visi misinya dianggap sebagai luapan emosi.

Gaya Prabowo dalam berbicara yang terkesan seperti sedang marah cukup menjadi sorotan bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat menghadiri kampanye terbuka Joko Widodo di Sulawesi Selatan, JK menyindir karakter pemimpin yang demokratis dan yang mudah terpancing emosi.

"Artinya bahwa ada tadi malam, ada yang lihat di TV, ada yang tenang, ada yang gemetar. Ada yang marah-marah, pasti bukan Pak Jokowi," jelas Jusuf Kalla, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3). "Pak Jokowi orangnya demokratis dan menerima pandangan semua pihak dan itulah syarat untuk negara maju. Harus stabil negara ini."

Terkait hal ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno kurang sepakat jika Prabowo disebut marah-marah. Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Prabowo adalah bentuk luapan perasaan terhadap kondisi pertahanan di Indonesia. Yang dilakukan Prabowo hanyalah teguran namun memang disampaikan dengan nada yang sedikit lebih tinggi.


"Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu adalah luapan perasaan hati dan pikirannya terhadap kondisi pertahanan yang ada," kata Dasco dilansir dari Detik, Senin (1/4). "Dan saya pikir itu bukan marah ya, dia hanya menegur dengan nada yang agak tinggi."

Saat debat keempat, Prabowo memang sempat menegur hadirin yang tertawa. Membela Prabowo, Dasco mengatakan bahwa tertawa dalam debat bukanlah yang bisa dibenarkan. Sebab, masalah pertahanan di Indonesia bukanlah hal yang patut untuk ditertawakan.

"Yang disampaikan oleh Pak Prabowo itu bukan memarahi, bukan marah, tapi menegur hal yang tidak layak ditertawakan," jelas Dasco. "Bagaimana kok Indonesia rapuh kemudian orang tertawa."

Lebih jauh, ia menyebut hadirin yang tertawa tidak memiliki etika maupun rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. "Itu juga sudah tertawa seperti di debat menunjukkan orang tidak punya etika, tertawa juga menunjukkan tidak punya rasa nasionalisme dan kebangsaan kalau menurut saya," ujar Dasco.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait