Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya untuk belajar soal pemindahan Ibu Kota dari negara lain yang telah berpengalaman. Jangan sampai Ibu Kota baru menjadi mahal dan sepi.
- Bertilia Puteri
- Senin, 16 Desember 2019 - 16:47 WIB
WowKeren - Rencana pemindahan Ibu Kota RI kini sudah mulai berjalan. Presiden Joko Widodo diketahui telah memilih Kabupaten Penajam Passer Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi DKI Jakarta.
Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk belajar soal pemindahan Ibu Kota dari negara lain yang telah berpengalaman. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mewanti-wanti agar jangan sampai Ibu Kota baru menjadi kota yang sepi dan mahal saat sudah pembangunannya selesai.
"Kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya tapi jadi mahal," tutur Jokowi kala memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada hari ini (16/12). "Ini jangan."
Jokowi juga tidak mau kalau nantinya Ibu Kota baru hanya dihuni oleh para pegawai pemerintahan saja. "Kemudian sepi ini juga jangan. Yang menghuni hanya pegawai pemerintah plus diplomat, ini juga tidak," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan agar pemindahan Ibu Kota ini tak dilihat hanya sekadar perpindahan kantor pemerintah belaka. Namun juga sebagai transformasi besar-besaran dari berbagai aspek.
"Mulai dari pindah cara kerja, budaya kerja, sistem kerja dan juga perpindahan basis ekonomi," lanjut Jokowi. "Sehingga saya sampaikan kemarin juga bahwa sebelum kita pindah, sistemnya sudah ter-instal dengan baik."
Oleh sebab itu, pemerintah nantinya juga akan membangun kluster pendidikan di Ibu Kota anyar. Sang Presiden pun membayangkan pembangunan lembaga pendidikan tinggi kelas dunia. Lembaga tersebut diharapkan dapat menciptakan talenta-talenta yang dapat bersaing secara global.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun kluster riset dan inovasi. Dengan harapan hal ini bisa menjadikan Ibu Kota baru sebagai titik temu inovasi global.
"Sudah saatnya talenta Indonesia, talenta global, berkolaborasi menciptakan smart energy, smart health, smart food production" pungkas Jokowi. "Yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak muda kita."
(wk/Bert)