Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur terus dimatangkan. Demi melancarkannya, Presiden Jokowi pun meminta izin langsung pada para tokoh adat setempat.
- Elvariza Opita
- Selasa, 17 Desember 2019 - 14:02 WIB
WowKeren - Tinggal menghitung hari tahun akan berganti menjadi 2020. Maka sejumlah megaproyek besar akan dimulai pekerjaannya, termasuk pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.
Menanggapi rencana ini, Presiden Joko Widodo pun menemui tokoh masyarakat dan adat Kaltim. Digelar di Rumah Makan De Bandar, Balikpapan, Jokowi tercatat menemui semua tokoh itu hari ini (17/12).
Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta izin kepada para tokoh terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota tersebut. Ia pun mengungkapkan masterplan alias rencana besar di balik megaproyek tersebut.
Diungkap Jokowi, pemindahan ibu kota tak hanya sekadar memindahkan kantor pemerintahan. Nanti juga tercipta transformasi masyarakat dalam berbagai aspek.
"Ada sebuah transformasi pindahnya budaya kerja, pindahnya sistem kerja kita," jelas Jokowi di hadapan seluruh tamu undangan, dilansir dari Kompas. "Pindahnya pola pikir kita, ya semuanya dengan kepindahan ini."
Tercatat ada 20 tokoh adat dan masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu. Bersama Jokowi juga hadir Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan sejumlah menteri.
Sebelumnya Jokowi memang telah mengungkapkan angannya soal pemindahan Ibu Kota ini. Yaitu Jokowi yang enggan bila ibu kota baru menjadi daerah yang sepi dan dingin.
"Kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya tapi jadi mahal. Ini jangan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/12). "Kemudian sepi, ini juga jangan. Yang menghuni banyak pegawai pemerintah plus diplomat, ini juga tidak."
Ia berharap agar pemindahan Ibu Kota ini menjadi titik balik transformasi masyarakat Indonesia, seperti yang telah dijelaskan tadi. Ke depannya berbagai sarana dan prasarana di Ibu Kota baru diharapkan dapat menjadi titik temu inovasi global.
"Sudah saatnya talenta Indonesia, talenta global, berkolaborasi menciptakan smart energy, smart health, smart food production," pungkasnya. "Yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak muda kita."
(wk/elva)