Megawati Mendadak Singgung Calon Kepala Daerah Lewat Jalur Belakang, Sindir Gibran?
Nasional
Wacana Gibran Jadi Wali Kota Solo

Rekomendasi dari Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDIP memang sangat ditunggu oleh para calon kepala daerah dari partainya. Namun demikian Megawati mengaku terganggu dengan kadernya yang lewat 'jalur belakang'.

WowKeren - Perhelatan pemilihan kepala daerah serentak akan digelar beberapa bulan lagi. Kendati belum ada tanggal pasti yang diumumkan ke publik, perkiraan Pilkada serentak itu akan diselenggarakan pada pertengahan 2020.

Berbagai partai memiliki mekanisme tersendiri dalam mencalonkan kadernya, termasuk PDI Perjuangan. Kader yang hendak mencalonkan diri lewat PDIP harus mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum partai, yakni Megawati Soekarnoputri.


Perihal itulah yang kemudian disinggung Megawati ketika berpidato di perayaan Natal keluarga besar PDIP di Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (18/1) malam kemarin. Dalam kesempatan itu, secara blak-blakan, Megawati mengungkap ada calon kepala daerah yang berniat maju tahun ini namun mencoba menempuh jalur belakang.

Jalur belakang yang Megawati maksud tak lain adalah permohonan rekomendasi darinya. Presiden ke-V RI itu mengaku tak senang dengan sikap orang yang langsung meminta rekomendasi kepadanya dan mengabaikan mekanisme partai.

"Datangnya lewat pintu belakang, minta rekomendasi. Ya saya terus bilang rekomendasi memang datang dari ketua umum, tapi bukan jalur belakang," tegas Megawati, dilansir dari Kompas, Senin (20/1).

Megawati juga menekankan adab yang calon pimpinan daerah yang seharusnya dimiliki oleh setiap kader yang hendak mencalonkan diri. "Belum menjadi pemimpin saja sudah masuk kamu dari pintu belakang," imbuh Megawati.

Megawati memang tak mengungkap siapa sosok calon kepala daerah yang ia maksud. Namun tampaknya spekulasi publik langsung tertuju pada putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Sebagai pengingat, pencalonan Gibran di Pemilihan Wali Kota Solo memang dipenuhi drama. Termasuk penolakan dari kader DPC PDIP Solo, yang akhirnya membuat Gibran nekat mencalonkan diri lewat DPD PDIP Jawa Tengah.

Namun di sisi lain, pada kesempatan itu, Megawati ternyata sempat menyampaikan teguran untuk Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw. Megawati menganggap Steven masih muda sehingga tidak perlu terburu-buru. Namun Megawati tak menjelaskan lebih lanjut maksud tegurannya.

Sebagai penutup, Megawati pun kembali menegaskan rasa tidak sukanya kepada politikus yang lewat jalur belakang. "Saya paling tidak suka yang menusuk dari belakang," pungkas Megawati yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari kader PDIP yang hadir.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts