Isi Pidato Ratu Elizabeth Soal Virus Corona Bikin Warga Inggris Menangis
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Inggris telah menempati peringkat kesembilan sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak. Bahkan Inggris juga menjadi negara kelima dengan jumlah kematian akibat COVID-19 tertinggi, berada di belakang Italia, Spanyol, Amerika, serta Prancis

WowKeren - Inggris menjadi salah satu negara di Eropa yang terus mengalami jumlah kenaikan kasus positif virus corona (COVID-19) secara signifikan. Bahkan hingga berita ini ditulis, Inggris telah menempati peringkat kesembilan sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak, yaitu sekitar 47,806 korban.

Menanggapi hal ini, rupanya Ratu Elizabeth II selaku pemimpin negara tersebut memberikan sebuah pidato pada seluruh rakyatnya. Dilansir Marie Claire pada Senin (6/4), sang Ratu membahas pandemi virus corona dan jumlah korban yang terus meningkat di Inggris.

"Aku berbicara kepada kalian tentang apa yang aku tahu adalah waktu yang semakin menantang," tutur Ratu Elizabeth di awal pidatonya. "Saat gangguan dalam kehidupan negara kita: gangguan yang telah membawa kesedihan bagi sebagian orang, kesulitan keuangan bagi banyak orang, dan perubahan besar pada kehidupan sehari-hari kita semua."

"Kita harus yakin bahwa sementara kita masih bisa bertahan, hari-hari yang lebih baik akan kembali: kita akan bersama teman-teman kita lagi; kita akan bersama keluarga kita lagi; kita akan bertemu lagi," lanjut nenek Pangeran William dan Pangeran Harry tersebut.


Pidato yang disampaikan oleh sang Ratu dari Kastil Windsor tersebut rupanya membuat rakyat Inggris yang menyaksikannya merasa sangat emosional. Bahkan melalui akun media sosial masing-masing, mereka mengaku menangis dan berharap pandemi ini segera berakhir sehingga kehidupan mereka bisa kembali normal seperti sebelumnya.

"Pidato sang Ratu membuatku menangis merindukan hari-hari normal," tulis salah satu pengguna media sosial. "Sangat menginspirasi dan membuat kita semakin ingin bertahan di tengah pandemi ini," sahut lainnya. "Kita akan bertemu lagi. Kalimat singkat tapi membuatku menangis dan sangat tersentuh, benar-benar seorang pemimpin sejati," pungkas yang lain.

Sebagai informasi tambahan, Inggris sendiri memang terus mengalami jumlah kenaikan kasus positif corona per harinya. Hingga kini, tercatat ada 47,806 kasus positif corona, di mana 4,934 pasien meninggal dan 135 di antaranya dinyatakan sembuh.

Yang mengejutkan adalah jumlah pasien sembuh di Inggris sama sekali tak mengalami kenaikan sejak bulan lalu, sedangkan jumlah korban tewas terus bertambah secara pesat. Bahkan Inggris telah menjadi negara kelima dengan jumlah kematian akibat COVID-19 terbanyak, berada di belakang Italia, Spanyol, Amerika, serta Prancis.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts