Ribuan Warga Jepang Keluhkan Masker Gratis dari Pemerintah, Klaim Kotor dan Penuh Kutu
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian Kesehatan Jepang membenarkan bahwa sebagian masker gratis yang diberikan pada warga memang dalam kondisi kotor, penuh kutu, bahkan terdapat rambut manusia.

WowKeren - Sekitar 1,900 warga Jepang mengeluhkan masker gratis yang diberikan oleh pemerintah untuk menekan angka penyebaran virus corona (COVID-19). Pasalnya menurut laporan Japan Today, warga Jepang mengklaim bahwa mereka menerima masker bantuan dari pemerintah tersebut dalam kondisi kotor dan penuh kutu.

Disebutkan bahwa sebenarnya laporan ini sudah mencuat sejak Kamis pekan lalu. Sejumlah penduduk mengeluhkan melalui media sosial soal masker bantuan yang tak layak digunakan, alih-alih mampu mencegah penyebaran corona seperti yang digalakkan oleh pemerintah.

Pemerintah Jepang dilaporkan mengirimkan sekitar 10 juta masker untuk ibu hamil dan wanita sejak Selasa pekan lalu. Kemudian pada Jumat pekan lalu, ada sekitar 1,900 masker di 80 kota yang dilaporkan bermasalah.

Kementerian Kesehatan Jepang juga telah buka suara menanggapi protes dari warga soal masker gratis yang dibagikan pemerintah. Mereka membenarkan bahwa sebagian masker memang dalam kondisi kotor, penuh kutu, bahkan terdapat rambut manusia.



Dari data Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Sosial Jepang, sebagian besar masker yang mempunyai bercak noda diterima oleh para wanita hamil. Sedangkan masker yang dikirim ke sekolah diklaim penuh kutu. Pemerintah Jepang sendiri telah menyatakan akan mengganti masker-masker tersebut.

Pembagian masker bantuan sempat menjadi masalah karena Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mulanya hanya menjatah masker kain tersebut paling banyak dua helai untuk setiap rumah. Di beberapa pusat perbelanjaan, masyarakat Jepang juga berebut masker yang dijual. Tidak sampai hitungan jam masker tersebut langsung ludes diborong.

Sebagai informasi tambahan, Jepang memang menerapkan beragam kebijakan demi menekan angka penyebaran COVID-19. Selain memperpanjang lockdown dan menyatakan status darurat nasional, pemerintah Jepang juga memberikan tunjangan uang sebesar Rp14 juta untuk warganya selama pandemi berlangsung.

Sementara itu, saat ini Jepang telah mencatatkan sebanyak 11,135 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, 263 pasien dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 1,239 lainnya dikonfirmasi telah sembuh. Kini, Jepang memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 9,633 pasien.

(wk/luth)


You can share this post!


Related Posts