Tunjukkan Hasil Baik, Vaksin Corona Asal AS Ini Diklaim Bisa Diedarkan Januari 2021
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perusahaan bioteknologi Moderna mengaku sudah melakukan uji klinis tahap 1 terhadap vaksin buatannya. Hasilnya diklaim positif sehingga Moderna yakin vaksin bisa diedarkan awal tahun depan.

WowKeren - Di tengah wabah virus Corona, vaksin penangkalnya merupakan hal yang paling banyak dicari. Banyak negara dan otoritas berwenang berlomba-lomba menemukan substansi yang digadang-gadang bisa menyembuhkan COVID-19 sekaligus membuat tubuh menjadi kebal atas virus.

Salah satu yang ikut "meramaikan" bursa produksi vaksin ini adalah Moderna, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat. Bekerjasama dengan National Institutes of Health (NIH) di AS, Moderna dilaporkan telah menjalankan uji coba tahap awal dan belakangan diklaim sukses.

Dilansir dari CNN, Chief Medical Officer Moderna, Dr. Tak Zaks, mengaku sangat bahagia atas hasil uji coba tersebut. Bahkan bila hasil uji coba selanjutnya terus seperti ini, bisa jadi vaksin Corona produksi Moderna bisa diedarkan pada Januari 2021.

"Ini merupakan kabar yang luar biasa bagus," ujar Zaks. "Kabar yang sudah kita nantikan selama beberapa waktu belakangan."

Sebagai informasi, Moderna baru saja menjalankan uji klinis tahap 1. Pada tahap ini peneliti mengujikan sejumlah dosis vaksin kepada sekelompok kecil orang. Selanjutnya akan dilihat bagaimana keamanan dan respons imun objek percobaan pasca diberikan vaksin tersebut.


Pengujian dilakukan terhadap sekelompok orang, namun hanya 8 diantaranya yang diperiksa lebih lanjut. Hasilnya ke-8 objek menunjukkan reaksi positif dengan munculnya antibodi penetral virus dalam kadar yang jauh lebih banyak ketimbang pasien COVID-19 biasa.

"Kami sudah membuat model, antibodi ini, respons imun yang muncul, semua bisa memblokir gerakan virus," terang Zaks, dikutip pada Selasa (19/5). "Tentu ini merupakan hasil yang sangat penting untuk pendahulu uji-uji vaksin selanjutnya."

Salah satu peneliti dari NIH, Dr. Paul Offit, yang tidak terlibat dalam studi tersebut mengapresiasi hasil yang didapat. "Hasilnya antibodi ternyata tak hanya membunuh virus tetapi juga mencegah virus untuk menginfeksi sel tubuh," kata Offit.

Namun demikian, Offit menilai tantangan lebih besar harus dihadapi Moderna dalam uji klinis di tahap-tahap selanjutnya. Sedianya Tahap 2 uji klinis, yang melibatkan ratusan objek percobaan, akan dilaksanakan dalam waktu dekat karena sudah mengantongi izin dari otoritas.

Bila berjalan lancar, uji klinis tahap 3 akan digelar pada Juli mendatang. Offit membenarkan proses pengujian memang sangat dipercepat, mengingat laju perkembangan wabah virus Corona pun belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts