Protes APD Kurang Untuk Lawan Corona, Dokter Ini Dikirim Ke Rumah Sakit Jiwa
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang dokter di India memprotes keras kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk melawan virus corona. Naas, ia justru dijebloskan ke dalam rumah sakit jiwa. Bagaimana ceritanya?

WowKeren - Dokter dan perawat di berbagai belahan dunia saat ini tengah berjuang sebagai garda terdepan dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19). Alat pelindung diri (APD) menjadi sangat krusial dalam penanganan pasien COVID-19. Namun, ledakan kasus virus corona di sejumlah negara terkadang membuat persediaan APD semakin menipis.

Seperti yang terjadi di India baru-baru ini. Seorang dokter spesialis anestesi bernama Sudhakar Rao memprotes kurangnya APD untuk melawan virus corona. Rao yang telah bekerja selama 20 tahun di rumah sakit begitu ramai diberitakan media lantaran sejumlah aksi yang dilakukannya.

Dilansir dari BBC, video Rao yang bertengkar dengan beberapa anggota polisi di satu jalan bebas hambatan di Visakhapatnam telah tersebar di media sosial. Akibat pertengkaran ini, Rao akhirnya dikirim ke rumah sakit jiwa.

Dalam aksi tersebut, Rao terlihat tidak mengenakan baju atas dan hanya memakai celana panjang. Ia duduk di dalam mobil polisi yang diparkir di pinggir jalan, berteriak ke arah polisi. Rao juga sempat tergeletak di jalanan dengan tangan terikat dan polisi memukulinya dengan pentungan.

Insiden itu telah membuat orang-orang disekitar bergitu terkejut. Rao juga sempat berbicara dengan beberapa wartawan setempat yang telah tiba di lokasi untuk mencari tahu kejadian ini.


Rao mengaku di berhentikan oleh polisi dan dipaksa keluar dari mobilnya. “Mereka mengambil dompet dan telepon genggam saya,” ujar Rao seperti dilansir dari BBC, Kamis (21/5).

Sontak penahanan Rao telah memicu kontroversi besar di India. Apalagi, Rao juga sempat terkena permasalahan hingga diskors dari rumah sakit. Diketahui Rao yang bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah telah memprotes APD tenaga medis yang tidak memadai kepada media pada April lalu.

Rao nekat membeberkan masalah tersebut ke media setelah pejabat rumah sakit seolah tidak bereaksi. Ia mengaku sempat mengeluhkan minimnya APD di salah satu pertemuan pejabat, namun ia justru diminta meninggalkan rapat tersebut.

”Kami diminta untuk mengenakan masker yang sama selama 15 hari, sebelum meminta masker baru,” beber Rao. “Bagaimana kita merawat pasien, sementara pada saat yang sama nyawa kita terancam.”

Sementara itu keluarga Rao meyakini jika protes terkait minimnya APD yang untuk merawat pasien virus corona yang membuat Rao dikirim ke rumah sakit jiwa. Ibu Rao, Kaveri Rao telah membongkar jika sang anak menerima ancaman melalui telepon pada 16 April lalu. Padahal, Kaveri menegaskan jika sang putra sama sekali tidak memiliki masalah kejiwaan.

”Ia dokter yang punya reputasi. Namun sejak ia mengeluhkan minimnya APD, ia menjadi sasaran,” ungkap Kaveri. “Orang-orang menelepon saya dan bertanya (apakah ada persoalan dengan Dr Rao).”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts