Nasib Putra Bungsu Widi Be3 Usai Dwi Sasono Ditahan, Mata Berdarah Bikin Khawatir
Selebriti
Kasus Narkoba Dwi Sasono

Widi Be3 sempat mengungkap kondisi anak bungsunya, Den Bagus Satrio, setelah sang ayah, Dwi Sasono, ditangkap atas kasus narkoba. Beda dari dua kakaknya, si kecil Den Bagus mengalami masalah di bagian mata.

WowKeren - Widi Mulia alias Widi Be3 agaknya berusaha melindungi perasaan anak-anaknya. Karena itu, Widi memilih menggembok kolom komentar di postingan terbaru pasca sang suami, Dwi Sasono, tertangkap atas kasus narkoba.

Lewat Instagram, Widi mengunggah foto cantik putrinya, Widuri. Ia mengunggah lirik lagu "Wahai Kau Tuan" yang pernah dibawakan oleh Widi.


"Kau Widuri permata di dalam jiwa..Ohh.. 🎵 #widuriputeri #wahaikautuan #alathesasonos #thesasonos," kata Widi. Tak cuma itu, Widi juga mengunggah video sang putra pertama Dru yang asyik bermain gitar.

Dalam video, Dru tampil keren memetik gitar. Lewat postingan, Widi juga menyemangati Dru dengan nasihat bijak.

Video Anak Main Gitar

"Grow into who you want to be," kata Widi. Ia juga ikut bersenandug saat Dru bermain gitar.

Disisi lain, kondisi si bungsu Den Bagus Satrio malah beda drastis dengan sang kakak. Saat ngobrol dengan Widi, Den Bagus mengaku dirinya hampir mimisan. Namun ketika Den Bagus Satrio mencoba bernafas dari hidung, darahnya justru pindah ke mata.

Video Putra Bungsu Nyaris Mimisan

"Ibu mungkin mimisan aku hampir mau keluar," kata Den Bagus Satrio dengan suara imut. "Terus?" tanya Widi. "Terus aku lagi nafas, terus balik ke mata," kata Den Bagus. "Jadi gitu ya, nggak jadi keluar dari hidung, masuk ke mata. Tapi nggak sakit kan?" seru Widi. "Mimisan kan nggak sakit," ujar Den Bagus. "Iya, jangan dikucek-kucek ya," seru Widi. "Iya," kata Den Bagus.

Sebelumnya, Widi juga sempat memuji sosok putra bungsunya itu. Ia mengunggah foto tampan Den Bagus dan memuji sebagai penghibur hati yang berduka.

Sementara itu, pengacara Dwi Sasono, M Aris Marasabessy, berniat mengajukan rehabilitasi atas kasus narkoba. Ini karena Dwi bukanlah pengedar melainkan hanya sebagai pengguna. Namun pengajuan itu masih menunggu hasil pemeriksaan hingga perlu disetujui oleh BNNK Jakarta Selatan.

"Dengan pengajuan ini DS bisa diasesmen, dari hasil itu apakah direhabilitasi atau tidak," seru Aris. "Kita tunggu saja besok (hasil asesmen), mudah-mudahan satu, dua hari ini ada hasilnya, tetapi sementara masih terus kita lakukan pemeriksaan, kita lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan (DS). Kalau dari sana (BNNK) sudah mengajukan yang bersangkutan (DS) pantas dilakukan asesmen, kita ikuti," jawab Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts