Meghan Markle Akui Pernah Jadi Korban Rasisme: Aku Dianggap Seperti Lalat di Dinding
Selebriti

Dalam video singkat yang direkam pada tahun 2012 lalu, istri Pangeran Harry tersebut menceritakan pengalamannya yang kerap mendapatkan perlakuan rasis lantaran ia merupakan keturunan kulit hitam.

WowKeren - Kematian George Floyd, seorang warga sipil kulit hitam akibat ulah polisi di Minneapolis, menimbulkan kemarahan masyarakat Amerika Serikat. Bahkan atas kematian Floyd, gerakan protes #BlackLivesMatter dan anti-rasisme pun ramai diserukan di sejumlah negara bagian. Sejumlah warga kulit hitam bahkan tak segan mengungkapkan beragam tindak rasisme yang pernah mereka alami.

Terkait hal ini, rupanya sang Duchess of Sussex, Meghan Markle, terungkap pernah mengalami hal serupa di masa lalu. Belum lama ini video Meghan yang memprotes perihal tindakan rasisme pada warga kulit hitam mendadak beredar di media sosial.


Dalam video singkat yang direkam pada tahun 2012 lalu, Meghan tampak mengenakan kaus dengan tulisan "I Won't Stand for Racism" sebagai kampanye Erase the Hate. Istri Pangeran Harry tersebut menceritakan pengalamannya yang kerap mendapatkan perlakuan rasis lantaran ia merupakan keturunan kulit hitam.

"Namaku Meghan Markle dan aku di sini karena aku pikir sangat penting menjadi bagian dari kampanye ini," tutur Meghan di awal videonya. "Untukku, aku rasa ini menjadi suatu hal yang personal. Aku birasial, di mana banyak orang bisa menyebutku campuran, dan sebagian besar hidupku terasa seperti menjadi lalat di dinding."

"Dan beberapa cercaan yang pernah aku dengar atau lelucon yang sangat ofensif, atau nama-namanya, membuatku merasa sangat sakit hati. Dan kemudian, kalian tahu, beberapa tahun yang lalu aku mendengar seseorang memanggil ibuku dengan kata N. Jadi kupikir bagiku, selain dipengaruhi secara pribadi oleh rasisme, hanya untuk melihat lanskap seperti apa negara kita sekarang, dan tentu saja dunia, dan ingin segalanya menjadi lebih baik," lanjutnya.

"Aku sangat bangga dengan warisanku di kedua sisi, aku sangat bangga dari mana aku berasal dan ke mana aku pergi. Tapi ya, aku berharap bahwa pada saat aku punya anak, bahwa orang-orang bahkan lebih berpikiran terbuka tentang bagaimana segala sesuatu berubah dan bahwa memiliki dunia campuran adalah segalanya. Maksudku tentu saja, itu membuatnya jauh lebih cantik dan jauh lebih menarik," imbuhnya lagi.

Video ini kembali muncul beberapa hari setelah badan persemakmuran Ratu Elizabeth, Pangeran Harry, dan Meghan Markle mendukung gerakan Black Lives Matter. Badan ini didirikan untuk memperjuangkan, mendanai dan menghubungkan para pemimpin muda yang bekerja keras untuk mengubah dunia.

"Kaum muda adalah suara vital dalam perang melawan ketidakadilan dan rasisme di seluruh dunia. Sebagai komunitas global kaum muda para pemimpin kita berdiri bersama dalam mengejar keadilan dan cara yang lebih baik ke depan," bunyi kampanye badan tersebut. "Diam bukan pilihan #BlackLivesMatter."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts