Selandia Baru Klaim Sudah Bersih dari Virus Corona
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kasus COVID-19 terakhir yang dilaporkan di Selandia Baru adalah pada 22 Mei lalu. Sedangkan pasien terakhir berhasil dipulangkan dari isolasi setelah tidak menunjukkan gejala selama 48 jam.

WowKeren - Pemerintah Selandia Baru mengumumkan bahwa negara tersebut telah bersih dari virus corona (COVID-19). Hal itu menyusul tidak adanya kasus baru dan kasus aktif selama beberapa pekan hingga Senin (8/6). Pasien terakhir berhasil dipulangkan dari isolasi setelah tidak menunjukkan gejala selama 48 jam.

"Ini benar-benar berita baik bagi orang yang bersangkutan dan juga sesuatu yang dapat dipelajari dari Selandia Baru," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, dalam sebuah pernyataan resmi.

Dilansir dari Al Jazeera, kasus COVID-19 terakhir yang dilaporkan di Selandia Baru adalah pada 22 Mei lalu. "Tidak memiliki kasus aktif untuk pertama kalinya sejak 28 Februari tentu merupakan tanda yang signifikan dalam perjalanan kami, tetapi seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kewaspadaan berkelanjutan terhadap COVID-19 akan terus menjadi sangat penting," ujar Bloomfield lagi.

Kabinet Selandia Baru kini tengah mengadakan pertemuan untuk mengamati apakah akan memindahkan status keadaan negara ke tingkat siaga terendah (level 1) atau tidak. Hal itu berarti akan membuat sebagain besar kehidupan kembali normal kecuali untuk pembatasan di perbatasan yang ketat.


Sementara itu, pekan lalu Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan bahwa pemerintah tengah bersiap mencabut semua aturan jarak sosial, kecuali penutupan perbatasan internasional untuk mengembalikan kehidupan normal (New Normal) di negaranya.

Selandia Baru sendiri memang dianggap sebagai salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi virus corona. Sejauh ini, negara tersebut hanya mencatatkan 1,504 kasus corona, dengan jumlah korban tewas sebanyak 22 orang, dan pasien sembuh sebanyak 1,481 jiwa. Bahkan hingga berita ini ditulis, negara itu tidak mencatat kasus baru COVID-19 selama 17 hari berturut-turut pada Rabu, dan hanya memiliki satu kasus aktif.

Disebutkan bahwa kunci kesuksesan Selandia Baru dalam menangani pandemi ini adalah karena kebijakan penguncian wilayah alias lockdown sejak awal wabah. Sejak 3 Februari lalu, Selandia Baru telah memberlakukan pembatasan perjalanan bagi warganya. Selandia Baru kemudian mengumumkan kasus pertamanya pada 28 Februari dan mengonfirmasi 102 kasus positif COVID-19. Dua hari setelahnya pembatasan dinaikkan menjadi level 4.

Bukan hanya itu, warga Selandia Baru juga ematuhi aturan berdiam diri di rumah. Selandia Baru juga tercatat telah melakukan sebanyak 267,435 pengujian virus corona pada 20 Mei. Pemerintah setempat juga merilis aplikasi pelacak COVID-19.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts