Rusia Optimis Vaksin COVID-19 Tersedia September, WHO Beri Peringatan
Health
Vaksin COVID-19

Rusia, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbesar keempat di dunia, memang diketahui sedang berusaha keras menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Rusia untuk mematuhi prosedur yang telah ditetapkan dalam memproduksi vaksin corona yang aman dan efektif. Seperti yang diketahui, sebelumnya Rusia mengaku optimis bahwa vaksin COVID-19 akan tersedia pada bulan September hingga Oktober mendatang.

"Ada praktik yang sudah ditetapkan dan ada pedoman yang telah dikeluarkan," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier, sebagaimana dilansir dari CNN pada Rabu (5/8).

Lindmeier mengingatkan vaksin maupun obat-obatan harus melalui percobaan dan tes sebelum mendapatkan lisensi untuk diluncurkan. "Terkadang peneliti individu mengklaim bahwa mereka telah menemukan sesuatu, yang tentu saja, berita bagus. Tetapi antara menemukan atau mengklain memiliki vaksin yang efektif, dan telah melewati semua tahapan, adalah perbedaan besar," ujarnya.

Pernyataan Lindmeier dilontarkan usai Rusia mengumumkan bakal meluncurkan dua produk vaksin pada September dan Oktober. Vaksin pertama sedang dikembangkan oleh Gamaleya yang berbasis di Moskow dan Kementerian Pertahanan. Vaksi kedua milik laboratorium negara Vektor. Pejabat setempat mengklaim bahwa satu yang diujicobakan oleh Gamaleya telah mencapai tahap pengembangan lanjutan dan akan lulus pendaftaran negara.

Rusia, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbesar keempat di dunia, diketahui sedang berusaha keras menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19. Hal ini dinyatakan oleh Kirill Dmitriev, kepala departemen yang membiayai uji coba vaksin dari Gamaleya.


"Ini momen Sputnik," katanya, merujuk pada peluncuran satelit angkasa luar angkasa pertama Rusia oleh Rusia pada tahun 1957. "Rusia akan sampai di sana dulu."

Sebelumnya, para ilmuwan di Barat sempat menyuarakan keprihatinan tentang kecepatan pengembangan vaksin Rusia. Hal tersebut rupanya membuat para peneliti mendapat tekanan dan berusaha lebih keras untuk segera menemukan vaksin virus yang menyebar dari Wuhan ini.

Di sisi lain, Rusia sendiri dikabarkan menjadi negara pertama yang telah berhasil menyelesaikan tahap uji coba klinis virus corona ke manusia. Dalam waktu dekat Rusia akan menyetujui penggunaan vaksin tersebut untuk umum. Untuk orang pertama yang akan mendapatkan vaksin tersebut diprioritaskan untuk para petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19.

Para pejabat Rusia mengatakan vaksin berusaha dibuat dengan cepat dan mendapat persetujuan sesegera mungkin karena wabah COVID-19 di Rusia sendiri cukup parah. "Ilmuwan kami fokus bukan pada menjadi yang pertama tetapi pada melindungi orang," kata Dmitriev.

"Rusia memperkuat posisi kepemimpinannya dalam pengembangan vaksin dan platform vaksin Ebola dan MERS yang telah terbukti untuk membawa solusi pertama yang aman dan efisien untuk masalah terbesar dunia," imbuh Dmitriev.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts