Beirut 'Panen' Corona Usai Alami Ledakan, Jam Malam Kembali Diberlakukan
Dunia

Pemerintah Lebanon kembali menerapkan penutupan kegiatan di seluruh negeri dan memberlakukan jam malam selama dua minggu usai kasus COVID-19 makin meningkat. Lockdown sendiri dimulai hari ini (21/8).

WowKeren - Pasca terjadi ledakan besar di Beirut pada Selasa (4/8) lalu, Lebanon terus mengalami kenaikan jumlah kasus COVID-19. Hal ini membuat Pemerintah Lebanon mau tak mau untuk mengambil keputusan yang tepat demi menekan penyebaran virus corona.

Baru-baru ini, pemerintah setempat dilaporkan menerapkan penutupan kegiatan di seluruh negeri (lockdown) dan memberlakukan jam malam selama dua minggu. Dilansir Middle East Monitor, keputusan jam malam ditetapkan pada Selasa lalu dan akan diberlakukan mulai Jumat (21/8) hari ini.

Pemerintah menyatakan kondisi tersebut diperlukan untuk memudahkan proses pembersihan puing-puing, pemberian bantuan kepada korban ledakan, dan perbaikan. Pemerintah Lebanon memerintahkan seluruh pusat perbelanjaan, pusat kebugaran, mal, kolam renang, dan sejumlah sektor swasta lain harus tutup selama pemberlakuan pembatasan kegiatan.


Jam malam tersebut diberlakukan mulai pukul 18.00 sampai 06.00 waktu setempat. Akan tetapi jam malam tersebut tidak diberlakukan terhadap petugas kesehatan, tentara, penjaja makanan, diplomat, dan wartawan.

Tak hanya itu, Pemerintah Lebanon juga tetap membuka bandara dengan mewajibkan para penumpang melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) sebelum naik pesawat. Menurut data John Hopkins University, kasus virus Corona di Lebanon hingga Kamis (20/8) kemarin, telah mencapai 10.347 orang terkonfirmasi dan 109 orang meninggal dunia.

Perlu diketahui, rumah sakit di Beirut hingga kini masih kewalahan menangani pasien virus Corona lantaran harus berjibaku merawat pasien korban ledakan. Dilaporkan ada sekitar 6.000 korban luka akibat ledakan, sementara 55 rumah sakit dan klinik di Beirut rusak.

Sementara itu, sejumlah pejabat di Lebanon telah mengundurkan diri pasca ledakan besar yang terjadi awal bulan Agustus lalu. Salah satunya adalah Perdana Menteri Diab yang mengundurkan diri pada Senin (10/8) malam waktu setempat, atau kurang dari seminggu setelah ledakan di Beirut terjadi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait