Terlalu banyak mengonsumsi boba juga enggak baik untuk kesehatan. Bahan dasar boba yang banyak mengandung gula tentu memicu banyak masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
- Putri Stevania
- Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:21 WIB
WowKeren - Tren makanan dan minuman tentu berkembang mengikuti jaman. Salah satu minuman yang kini sedang banyak digemari adalah boba. Boba sendiri adalah bola-bola kecil yang terbuat dari tapioka dan kerap menjadi campuran minuman yang kini populer dikenal dengan bubble tea.
Awalnya, boba tidak memiliki rasa, namun kemudian diolah dengan cara merendamnya di air gula merah ataupun madu yang membuatnya menjadi lebih manis ketika disajikan dengan minuman teh. Tak hanya itu, sajian minuma campuran boba juga kini ada beragam rasa. Tak heran jika boba kini menjadi favorit banyak orang
Namun, terlalu banyak mengonsumsi boba juga enggak baik untuk kesehatan. Bahan dasar boba yang banyak mengandung gula tentu memicu banyak masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Berikut tim WowKeren rangkum 7 masalah kesehatan yang bisa menimpa kalian jika banyak mengonsumsi boba. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Diabetes
Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Food Science & Nutrition, minuman boba mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi. Berdasarkan penelitian ini, satu sajian milk tea (sebesar 437 ml) mengandung gula sebesar 37,65 gram. Jenis gulanya pun tidak hanya satu. Dalam satu porsi bubble tea umumnya mengandung empat jenis gula, yaitu sukrosa, glukosa, fruktosa, dan melezitosa.
Kandungan gula yang tinggi pada boba ini tak hanya berpengaruh pada kalori tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin yaitu ketika hormon insulin tidak dapat menyerap gula dengan baik dan dapat menyebabkan penyakit diabetes. Tentu saja, terserangnya penyakit diabetes pun menjadi salah satu bahaya minum minuman tersebut.
2. Obesitas
Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa boba memiliki kalori yang tinggi. Tambahan susu, creamer, sirop, perisa buatan, dan berbagai bentuk lain dari gula dinilai menghapus istilah teh yang rendah kalori. Selain itu, tambahan bola kenyal dari tapioka yang menjadi ciri khas minuman ini pun semakin membuatnya tinggi kalori.
Bola-bola kenyal itu menyumbang 100-200 kalori dari 500 kalori tersebu. Ini karena pearl terbuat dari tapioka dengan bahan dasar singkong yang merupakan sumber karbohidrat. Perlu kamu ketahui, orang dewasa sehat hanya membutuhkan 1800-2000 kalori per hari. Jadi, mengonsumsi segelas boba sudah memenuhi 25% asupan kalori harian kalian. Padahal, setelah mengonsumsi minuman kekinian ini, biasanya kalian tetap akan makan berat dan mengonsumsi cemilan lain.
3. Gangguan Pencernaan
Butiran boba yang kenyal terbuat dari tepung tapioka olahan singkong. Singkong sebetulnya adalah makanan sehat yang mengandung vitamin B3 dan vitamin C. Sayangnya, penelitian dalam jurnal Bristol Medico-Chirurgical Journal menemukan, kandungan vitamin hilang selama proses pengolahannya. Oleh karena itu, boba pearl tidak memiliki nilai gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain itu, boba tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk membantu sistem pencernaan. Bila dikonsumsi terlalu banyak, partikel-partikel tapioka dapat menempel di dinding usus dan menyebabkan radang. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya orang yang dilarikan ke rumah sakit karena terlalu banyak minum bubble tea.
4. Ganggu Kesehatan Gigi
Secara umum, boba drink adalah campuran teh, susu, dan gula, yang disajikan dalam bentuk dingin. Meski susu baik untuk kesehatan gigi, bahan-bahan tambahan lainnya justru membuatmu rentan terkena masalah pada gigi, seperti gigi berlubang.
Hal ini karena gula dan bahan tambahan lain dalam bubble tea dapat diubah menjadi zat asam oleh bakteri di dalam mulut, yang bisa mengikis enamel gigi dan membuat gigi jadi berlubang. Selain itu, rasa manis yang berlebihan juga kebanyakan berasal dari pemanis non alami, sehingga makin tak baik untuk kesehatan gigi.
5. Picu Penyakit Jantung
Sumber makanan tinggi gula dan kalori sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes, terutama pada kalangan anak-anak. Selain itu, adanya kadar gula dan kalori yang tinggi ini juga dapat meningkatkan adanya faktor risiko terhadap penyakit jantung dan asam urat.
Adanya kandungan gula yang tinggi, dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan mencetuskan terjadinya diabetes melitus tipe 2. Minum bubble tea secara berlebih juga dapat memicu peningkatan deposit lemak, peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.
6. Menimbulkan Jerawat dan Kulit Berminyak
Baik pria maupun wanita bisa jadi setuju bahwa kulit berminyak dan jerawat menjadi masalah yang biasa terjadi namun seringkali mengganggu kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari. Minum boba berlebihan ternyata menjadi salah satu penyebab wajah berminyak dan berjerawat loh.
Hal ini disebabkan oleh susu dan krimer yang ada dalam boba yang mengganggu kestabilan hormon. Ketidakseimbangan atau ketidakstabilan hormon inilah yang menyebabkan timbulnya gangguan kulit seperti jerawat, komedo, hingga kulit berminyak. Jadi, kurangi dalam mengonsumsi boba ya.
7. Tingkatkan Potensi Kanker
Bahaya yang mengintai dari minuman boba adalah meningkatnya risiko terkena kanker. Bahan makanan yang menjadi biang keladi dari boba sendiri tidak lain adalah tapioka. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa adanya jejak-jejak bifenil aspoliklorinasi atau PCB dalam gelembung tapioka.
Nah, zat tersebut merupakan zat kimia yang menjadi pemicu kanker loh. Tidak hanya itu, zat tersebut pun terbukti bisa menggangu sistem daya tahan tubuh, reproduksi, dan saraf. Hal ini pun bisa menyebabkan efek buruk bagi kesehatanmu di masa yang akan datang. Sehingga, usahakanlah mulai dari sekarang untuk mengurangi konsumsi minuman boba setiap harinya ya.
Intip juga artikel ini untuk mengetahui bahaya yang bakal mengintai jika kalian konsumsi kafein berlebihan. Simak juga artikel ini untuk mengetahui beberapa cara minum kopi biar lebih nikmat juga sehat.