Batasi Ngopi Mulai Sekarang! 7 Bahaya Ini Bakal Mengintai Jika Kalian Konsumsi Kafein berlebihan
Health

Jika dikonsumsi dengan benar, kafein memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, zat yang satu ini bisa memberikan dampak buruk.

WowKeren - Masyarakat jaman sekarang mungkin sudah tak asing lagi dengan kafein. Kafein adalah zat kimia yang ditemukan pada kopi, teh, cola, dan produk-produk lain. Biasanya kafein digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan mental, tak heran banyak orang yang memanfaatkan kafein agar mereka tetap berenergi saat bekerja atau beraktivitas.

Jika dikonsumsi dengan benar, kafein memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Kafein juga digunakan dengan obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala serta untuk mencegah dan mengobati sakit kepala setelah anestesi epidural. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, zat yang satu ini bisa memberikan dampak buruk.

Kafein akan berbahaya apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dan dalam dosis tinggi. Kafein berbahaya apabila dikonsumsi lewat mulut dalam dosis tinggi karena dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur dan bahkan kematian. Untuk itu, berikut tim WowKeren rangkum 7 dampak kafein jika dikonsumsi secara berlebihan. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Insomnia


Insomnia
Rawpixel

Bukan rahasia lagi jika kafein bisa untuk membantu orang tetap terjaga, justru manfaat inilah yang sering dicari orang-orang. Di sisi lain, bahaya minum kopi berlebihan dapat menyebabkan kalian menjadi sulit untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup hingga menimbulkan insomnia. Terdapat sebuah penelitian yang menginvestigasi bahaya kafein terhadap jam tidur.

Dalam riset ini, para peneliti meminta partisipan untuk minum 400 miligram kafein dalam bentuk kopi, sekitar 6 jam sebelum tidur, tiga jam sebelum tidur, dan juga sesaat sebelum tidur. Para partisipan yang terbagi dalam 3 kelompok itu pun merasakan insomnia atau susah tidur. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa tidur pun meningkat secara signifikan. Hasil penelitian ini mengingatkan kita untuk selalu memperhatikan porsi dan waktu konsumsi kafein ke dalam tubuh.

2. Tekanan Darah Tinggi


Tekanan Darah Tinggi

Perlu diketahui, meski tidak menimbulkan stroke namun beberapa riset membuktikan kalau kafein berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi karena menimbulkan efek stimulan pada sistem saraf. Namun, bahaya kafein terhadap tekanan darah ini bersifat sementara.

Dampak tersebut hanya dialami oleh orang-orang yang tak biasa mengonsumsi kafein. Tetapi perlu diingat juga, ada penelitian lain yang membuktikan bahwa mengonsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah selama berolahraga. Hal ini dapat dirasakan oleh mereka yang sehat maupun penderita tekanan darah tinggi.

3. Gangguan Kecemasan


Gangguan Kecemasan
Pixabay

Kafein dikenal dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health, kafein pada kopi bekerja dengan menghalangi efek adenosin, zat kimia otak yang membuat kalian merasa lelah. Pada saat yang sama, hal ini memicu pelepasan adrenalin yang terkait dengan peningkatan energi.

Namun sebaliknya, pada dosis yang lebih tinggi, efek ini dapat meningkat dan menyebabkan kecemasan serta kegugupan. Gangguan kecemasan yang diinduksi kafein adalah satu dari empat sindrom terkait kafein yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

4. Gangguan Pencernaan


Gangguan Pencernaan

Kandungan kafein pada biji kopi dapat mengiritasi perut dan lapisan usus kecil dan menjadi masalah bagi mereka yang mengalami maag, gastritis dan radang usus. Minum kopi juga dapat mengiritasi lapisan usus kecil, berpotensi menyebabkan kejang perut, kram dan masalah eliminasi, sering bergantian antara sembelit dan diare.

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom iritasi usus besar dan semakin banyak orang yang didiagnosa dengan itu dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kafein dikenal dapat mengendurkan stringter esophagus sehingga tidak hanya kopi, cola dan minuman berenergi dapat memicu timbulnya rasa mulas. Mengonsumsi kafein dapat merangsang gerakan peristaltic pada saat proses pencernaan.

5. Kerusakan Otot


Kerusakan Otot

Mengonsumsi kafein berlebihan diketahui dapat menyebabkan rhabdomiolisis atau kerusakan otot. Kondisi ini membuat serat otot yang rusak masuk ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Meskipun jarang terjadi, kerusakan otot rhabdomiolisis juga bisa disebabkan oleh mengonsumsi kafein secara berlebihan.

Dalam satu kasus, seorang wanita yang meminum 1 liter kopi dengan kandungan 565 miligram kafein, mengalami mual-mual, muntah, dan warna urinenya berubah menjadi gelap. Untuk mengurangi risiko rhabdomiolisis, ada baiknya kalian tidak mengonsumsi kafein dengan membatasi asupan kafein hingga 250 mg per hari. Terutama jika kalian tidak terbiasa minum kopi.

6. Ketergantungan


Ketergantungan

Meskipun aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan efek ketergantungan. Jika kalian berhenti ngopi atau mengonsumsi kafein dalam bentuk lainnya, maka akan timbul gejala putus kafein atau caffeine withdrawal. Hal tersebut dapat terjadi dengan tingkatan ringan hingga berat, tergantung pada seberapa banyak biasanya Anda mengonsumsi kafein.

Kafein menyebabkan perubahan pada kadar zat kimia yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal-sinyal informasi dalam otak melalui neurotransmitter. Karena tiba-tiba terjadi perubahan pada keseimbangan zat kimia di otak saat kalian berhenti ngopi, muncullah gejala putus kafein. Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah penurunan konsentrasi ketika tidak mengonsumsi kopi. Beberapa gejala ketergantungan lainnya yang juga dapat muncul di antaranya sakit kepala, lemas, nyeri otot, mual, hingga stress.

7. Detak Jantung Tak Beraturan


Detak Jantung Tak Beraturan

Kafein dalam kopi mampu menstimulasi sistem saraf pusat yang akan membuat kalian merasa segar. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kafein justru membuat jantung berdebar sangat kencang, sehingga membuat kalian merasa gelisah dan waspada secara berlebihan. Kandungan kafein juga dapat memicu pelepasan hormon adrenalin yang akan meningkatkan detak jantung.

Pastikan kamu meminum banyak air ketika jantung berdebar akibat kafein. Jangan sampai tubuh dehidrasi agar mengurangi beberapa sindrom yang disebabkan oleh overdosis kafein. Hal ini dapat membantu tubuh mengeluarkan kafein yang berlebihan. Mengonsumsi makanan yang mengandung potasium dan magnesium seperti pisang dan sayuran hijau dapat membantu meredakan jantung yang berdebar cepat.

Intip juga artikel ini untuk mengetahui beberapa cara minum kopi biar lebih nikmat juga sehat. Simak juga artikel ini untuk mengetahui delapan jenis kopi Indonesia yang memiliki cita rasa unik.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait