Sri Mulyani Sebut Mulai Ada Tanda-Tanda Ekonomi RI Membaik
Instagram/smindrawati
Nasional

Sinyal positif ini dapat dilihat pada kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2020. Begitu juga dengan realisasi anggaran PEN

WowKeren - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani mengatakan jika saat ini sinyal-sinyal perbaikan ekonomi mulai terlihat. Ia berharap jika sinyal positif yang muncul pada kuartal III ini bisa terus berlanjut.

"Inilah sinyal positif bahwa telah terjadi perbaikan ekonomi secara perlahan," kata Sri melalui akun Instagram, Rabu (21/10). "Dan ini yang harus terus dijaga agar pertumbuhannya terus naik."

Sinyal positif ini dapat dilihat pada kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2020. Begitu juga dengan realisasi anggaran yang ada dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga semakin baik.

Lebih lanjut, ia membeberkan realisasi pendapatan negara sudah mencapai Rp 1.159 triliun. Jumlah ini adalah 68,2 persen dari yang ditetapkan di Perpres 72. Begitu juga dengan belanja negara yang mencapai Rp 1.841,1 triliun atau 67,2 persen dari Perpres 72. Sementara itu untuk PEN sendiri, realisasinya sudah mencapai 46,9 persen secara bulanan.


"Realisasi ini didorong dengan adanya percepatan belanja penanganan COVID-19, percepatan program PEN," lanjut Menkeu. "Dan juga program-program baru yang segera direalisasikan."

Sementara itu di lain sisi, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengakui jika defisit mengalami pelebaran akibat pandemi COVID-19. Defisit Indonesia hingga akhir September 2020 tercatat 4,16 persen dari PDB. Dimana karena pandemi ini, pemerintah memperlebar defisit anggaran menjadi 6,34 persen.

"Walaupun terjadi pelebaran defisit akibat pandemi," kata Menkeu. "Tetapi pemerintah kita tidak kehilangan fokus akan berbagai program pembangunan nasional dan tetap menjaga momentum pertumbuhan."

Ia yakin jika perekonomian Indonesia akan semakin membaik dan bisa segera pulih ke depannya. Tentu saja, hal itu harus dibarengi dengan kinerja yang terus ditingkatkan.

"Kita pupuk terus optimisme. Pemerintah harus betul-betul menggunakan semua instrumennya, baik belanja K/L, belanja PEN, maupun transfer ke daerah," ujar Sri. "APBN akan terus kerja keras dan kinerja belanja akan menjadi driver pertumbuhan ekonomi di kuartal IV."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts