Bisa Bikin Gagal, Ini 8 Kesalahan yang Sering Dilakukan Job Seeker Saat Wawancara Kerja
Unpslash/Hunters Race
SerbaSerbi

Interview kerja merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perekrutan karyawan baru. Karena itulah tak sedikit job seeker yang gugup hingga melakukan berbagai kesalahan seperti ini.

WowKeren - Interview atau wawancara kerja merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perekrutan karyawan baru. Ini bisa menjadi tahap paling menentukan apakah Anda akan diterima di perusahaan yang bersangkutan atau tidak. Karena itulah tidak sedikit orang yang merasa cemas atau gugup sebelum proses ini dimulai.

Sebagai akibatnya, mereka akan melakukan berbagai kesalahan, baik dengan atau tanpa disengaja. Jika sudah demikian, penilaian pewawancara kemungkinan besar akan berubah dan risiko tidak lolos seleksi akan semakin besar. Anda pasti tak mau hal ini sampai terjadi kan?

Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren akan membagikan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh job seeker saat interview kerja. Penasaran apa saja itu? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Tidak Mempersiapkan Diri dengan Baik


Tidak Mempersiapkan Diri dengan Baik
Unsplash/Charles Deluvio

Melakukan persiapan matang sangat penting dilakukan sebelum Anda menghadiri atau melakukan wawancara kerja secara daring. Sayangnya, beberapa orang kerap mengabaikan hal ini dan pergi wawancara tanpa melakukan persiapan matang. Pada akhirnya, mereka tidak dapat menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan dengan baik dan melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Karena itu, pastikan untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang Anda lamar. Cari tahu juga deskripsi dan kesesuaian pekerjaan dengan Anda. Yang tak kalah penting, persiapkan jawaban untuk pertanyaan umum seperti, "Mengapa Anda ingin bekerja di sini?" atau "Gambarkan tentang diri Anda" dan lain sebagainya. Dan jika Anda menjalani interview daring, jangan lupa untuk mempersiapkan segala keperluan teknis seperti laptop, headphone hingga koneksi internet maksimal H-1.

2. Tidak Menunjukkan Ketertarikan pada Perusahaan


Tidak Menunjukkan Ketertarikan pada Perusahaan
Unsplash/Magnet.me

Setiap perusahaan pasti ingin calon karyawan menunjukkan minat yang besar untuk bekerja dengan mereka. Sehingga jika Anda tidak menunjukkan ketertarikan pada perusahaan yang Anda lamar, maka jangan harap mereka akan tertarik pada Anda.

Untuk menghindari hal itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan selama wawancara. Yakni datang tepat waktu, menggunakan pakaian yang sopan dan sesuai serta mematikan ponsel selama wawancara. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan perusahaan atau pekerjaan yang Anda lamar. Dengan begitu, Anda akan tampak sangat antusias untuk bekerja di perusahaan tersebut.

3. Terlalu Banyak Bicara


Terlalu Banyak Bicara
Unsplash/Brooke Cagle

Mendapat panggilan interview kerja tentu membuat seseorang bersemangat setelah menganggur selama beberapa waktu. Karena itulah tidak sedikit dari mereka yang akhirnya terlalu banyak bicara dan memberikan jawaban sangat panjang, seperti sedang curhat. Apalagi jika Anda menceritakan kebohongan dan jawaban panjang yang membosankan. Tindakan ini sebaiknya dihindari, karena terlalu banyak membagi informasi kurang penting hanya akan membuat Anda terlihat kurang kompeten.

Sebaliknya, sebaiknya berikan jawaban secukupnya, penting dan to the point. Usahakan untuk berfokus pada pengetahuan, keterampilan dan pengalaman Anda saat menjawab pertanyaan pewawancara. Setelah itu, Anda bisa berhenti berbicara atau memberikan jawaban yang lebih detail jika pewawancara menanyakannya.

4. Menjelek-Jelekkan Kantor Sebelumnya


Menjelek-Jelekkan Kantor Sebelumnya
ViewStock/Getty Images

Poin ini bisa dikaitkan dengan sebelumnya, yakni berbicara seperlunya dan yang penting saja. Meskipun Anda memiliki pengalaman buruk di perusahaan sebelumnya, sebaiknya jangan menceritakan keburukan kantor dan atasan Anda sebelumnya saat melakukan interview kerja.

Jika Anda melakukan hal ini, pewawancara bisa memandang Anda secara negatif. Pewawancara akan berpikir bahwa Anda bisa melakukan hal yang sama terhadap perusahaan mereka. Namun jika Anda terlanjur mengatakannya, sebaiknya langsung hentikan perkataan tersebut lalu ambil nafas dalam-dalam. Sampaikan permohonan maaf atas perkataan tersebut lalu katakan alasan Anda resign karena ingin mencari tantangan, lingkungan dan suasana baru.

5. Menjelekkan Diri Sendiri


Menjelekkan Diri Sendiri
iStock/Getty Images

Selain tidak menjelekkan perusahaan sebelumnya, sebaiknya hindari menjelekkan diri sendiri. Pastikan Anda selalu berkata jujur dan percaya diri, bukan menceritakan keburukan dan tidak yakin pada diri sendiri. Sampaikan berbagai hal positif tentang diri Anda, seperti kelebihan, kemampuan dan pencapaian yang membanggakan selama wawancara.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah tentang penyampaiannya. Berikan jawaban yang baik dan didasari dengan sikap yakin pada diri sendiri. Dengan begitu, Anda bisa lebih meyakinkan pewawancara dan layak dipertimbangkan untuk bekerja di perusahaan tersebut.

6. Kurang Menjaga Penampilan


Kurang Menjaga Penampilan
Getty Images/Eric O'Connell

Selain kompetensi, kesan pertama juga mempunyai peran yang sangat penting. Pastikan untuk selalu memperhatikan penampilan saat wawancara, baik itu adalah interview langsung atau secara daring. Upayakan untuk menggunakan pakaian formal dan rapi, serta tata rambut atau jilbab Anda dengan baik.

Jika menunjukkan penampilan yang baik dan sopan, pewawancara akan menganggap Anda serius untuk bekerja di perusahaannya. Dengan demikian, kesempatan Anda untuk diterima bekerja di perusahaan tersebut akan semakin besar.

7. Kurang Fokus dan Menunjukkan Perilaku Tidak Pantas


Kurang Fokus dan Menunjukkan Perilaku Tidak Pantas
Unsplash/Husna Miskandar

Meskipun perasaan gugup dan cemas saat wawancara wajar terjadi, upayakan untuk tetap fokus dan berperilaku sepantasnya. Jika tidak fokus dan sering melihat ke arah lain selama interview, pewawancara bisa memandang Anda dengan buruk. Mereka bisa saja berpikir bahwa Anda adalah orang yang memiliki kemampuan sosial buruk dan merasa bosan dengan proses interview. Oleh sebab itu, upayakan untuk selalu melakukan kontak mata dengan pewawancara dan berikan kesan yang baik agar Anda lolos interview.

Selain kurang fokus, menunjukkan perilaku buruk dan tidak pantas juga harus dihindari saat melakukan wawancara kerja. Pastikan untuk selalu menjaga kesopanan dan tunjukkan pada pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang sesuai untuk perusahaan tersebut. Hindari tindakan tidak perlu seperti mengunyah permen karet, bermain ponsel, bercanda berlebihan hingga berkata kasar.

8. Tidak Mengajukan Pertanyaan Sama Sekali


Tidak Mengajukan Pertanyaan Sama Sekali
Unsplash/Maria Krisanova

Di akhir interview, pewawancara biasanya menawarkan calon karyawan untuk mengajukan pertanyaan. Sebagian job seeker biasanya akan melewatkan kesempatan ini dan menolak tawaran tersebut. Tidak salah memang, namun alangkah lebih baik jika Anda mengajukan pertanyaan. Sebab interview kerja bukan komunikasi satu arah dan Anda bisa menghidupkan suasana dengan mengajukan pertanyaan pada pewawancara.

Bila tidak mengajukan pertanyaan sama sekali, Anda bisa terlihat kurang menarik di mata pewawancara. Usahakan untuk mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan perusahaan dan deskripsi pekerjaan yang Anda lamar. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan jangka waktu yang diperlukan sampai pengumuman berikutnya. Dengan melakukan ini, pewawancara bisa memberikan nilai lebih karena Anda terlihat aktif, antusias dan benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut.

Demikian delapan kesalahan yang sering dilakukan job seeker yang telah tim WowKeren rangkum. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips melakukan wawancara virtual di tengah pandemi Corona. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui cara mudah mengenali lowongan pekerjaan palsu.

You can share this post!

Related Posts