Muncul Klaster COVID-19 Kampanye, Diduga Karena Penasihat Politik Wapres AS
Reuters/Huseyin Aldemir
Dunia
Pandemi Virus Corona

Salah satu penasihat politik Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence yang bernama Marty Obst dikabarkan menjadi super spreader virus corona (COVID-19) di lingkaran tim kampanye.

WowKeren - Isu tak sedap saat ini tengah menimpa Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence. Pasalnya, salah satu penasihat politiknya disebut-sebut menjadi super spreader virus corona (COVID-19).

Dilansir Reuters, Rabu (28/10), penasihat politik Pence itu diduga telah menularkan wabah virus corona di lingkaran tim kampanye Pence. Adapun penasihat politik Pence yang dimaksud yakni Marty Obst.

Obst sendiri sudah diminta keterangannya terkait hal itu. Namun, ia tidak memberikan respons. Ia juga memiliki kontak erat dengan Pence.

Obst kerap menemani Pence ke beberapa daerah seperti di Bangor, Maine dan Harrisburg, Pennsylvania pada Senin (19/10). "Jika Anda harus memilih pasien nol, itu adalah Marty dan dia membawanya dari luar," kata salah seorang pejabat Gedung Putih yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dalam kasus terbaru di lingkungan Wapres AS, Kepala Staf Wapres Amerika Serikat, Marc Short, dinyatakan terinfeksi virus corona. Hal itu disampaikan kantor Wapres AS dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (24/10) waktu setempat.


Hingga saat ini, Pence yang sempat memiliki kontak erat dengan Marc Short dinyatakan negatif COVID-19. Ia pun akan tetap melakukan kunjungan jelang pemilihan 3 November.

Mike Pence sendiri akhirnya menerapkan protokol keselamatan ketat mulai wajib masker di Marine 2 atau helikopter yang membawa wakil presiden. Pence juga tetap memakai masker selama penerbangan dengan Air Force 2.

“Kami telah membatalkan wawancara regional. Dia langsung dari pesawat ke atas panggung," ujar salah satu sumber dekat Pence. "Dia melepas masker saat naik ke atas panggung. Anda bisa melihat dari tembakan penyangga dia berada sekitar 30 kaki dari penonton."

Gedung Putih juga mengatakan seluruh staf dan penumpang Air Force 2 diperiksa setiap hari dan memakai masker. Jumlah staf yang bepergian dengan Pence juga dikurangi secara masif karena banyak yang mengisolasi diri.

Sementara itu, angka kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam terus melonjak. Meski begitu, Gedung Putih, kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa pemerintah tak lagi mengendalikan pandemi COVID-19 meski laporan terbaru menunjukkan rekor kasus harian.

"Kami tidak akan mengendalikan pandemi," kata Mark Meadows dalam wawancaranya bersama CNN, Minggu (26/10). "Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi dan mitigasi lain."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts