Corona AS Pecah Rekor, Gedung Putih Putuskan Tak Akan Kontrol COVID-19 Lagi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa AS tak akan mengendalikan pandemi virus corona meski laporan terbaru menunjukkan rekor harian COVID-19.

WowKeren - Amerika Serikat tengah menghadapi situasi darurat kasus COVID-19. Pasalnya, hingga Sabtu (21/10), Negeri Paman Sam tersebut melaporkan nyaris 80 ribu kasus baru COVID-19 dalam waktu 24 jam di wilayahnya.

Baru-baru ini, Gedung Putih, kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa pemerintah tak akan lagi mengendalikan pandemi COVID-19 meski laporan terbaru menunjukkan rekor kasus harian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows.

"Kami tidak akan mengendalikan pandemi," kata Mark Meadows dalam wawancaranya bersama CNN, Minggu (26/10). "Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi dan mitigasi lain."

Ia bahkan berujar corona seperti flu, yang perlu dipastikan adalah bagaimana caranya orang tidak meninggal karena virus. "Karena itu adalah virus menular seperti flu," tegasnya.


Sebelumnya, lebih dari 224.000 orang di AS telah meninggal karena COVID-19. Pejabat setempat mendesak diberlakukannya protokol kesehatan seperti memakai masker sehingga bisa menyelamatkan nyawa.

Seperti yang diketahui, Pemerintahan Donald Trump berulang kali meremehkan keseriusan virus. Baru-baru ni Trump bersikeras bahwa 'virus akan hilang', bahkan ketika lonjakan terjadi di sebagian besar negara bagian.

Sementara itu, kemarin kepala staf Wakil Presiden AS Mike Pence dan pembantunya positif COVID-19. Namun Wapres mengaku tak akan melakukan karantina.

Kepala Staf Pence Marc Short diisolasi setelah dites positif pada Sabtu (24/10) kemarin. Seorang penasihat politik senior untuk wakil presiden, Marty Obst, dan dua asisten lainnya juga dinyatakan positif. "Sementara Wakil Presiden Pence dianggap sebagai kontak dekat dengan Tuan Short, dalam konsultasi dengan Unit Medis Gedung Putih, akan mempertahankan jadwalnya sesuai dengan pedoman CDC," kata Juru Bicara Wapres Devin O'Malley dalam pernyataan itu.

Akibat adanya pernyataan tersebut, Bursa Berjangka Wall Street AS ditutup di zona merah. Dow Jones futures 'nyungsep' 100 poin, kehilangan 140 poin sejak dibuka Senin pekan lalu. Sementara S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures harus rela turun 0,4%.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts