Jangan Dikucilkan, Ini 8 Tips Yang Bisa Dilakukan Untuk Hidup Berdampingan Dengan Penderita HIV/AIDS
SerbaSerbi
Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan solidaritas dengan jutaan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di seluruh dunia. Nyatanya, ada banyak ODHA hidup terasingkan dari masyarakat.

WowKeren - Tepat pada hari ini, Selasa (1/12) masyarakat di dunia merayakan hari HIV/AIDS. Hari AIDS Sedunia begitu penting karena mengingatkan publik dan pemerintah bahwa virus itu belum hilang. Selain itu, ini diperlukan untuk menyatukan orang-orang dalam perang melawan HIV/AIDS.

Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan solidaritas dengan jutaan orang yang hidup dengan HIV/AIDS di seluruh dunia. Nyatanya, ada banyak orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) hidup terasingkan dari masyarakat karena stigma yang diberikan oleh penyakit itu sendiri.


HIV/AIDS memang merupakan penyakit menular, namun itu bukan menjadikan alasan mereka diasingkan dari masyarakat. Fakta justru menunjukkan jarang terjadi peristiwa di mana seseorang tertular HIV/AIDS karena merawat atau hidup berdampingan dengan ODHA. Jadi apa yang harus dilakukan jika keluarga, teman atau kerabat kita merupakan ODHA?

Untuk itu berikut tim WowKeren rangkum 8 tips yang bisa kalian lakukan agar tetap aman dan nyaman hidup berdampingan dengan penderita HIV/AIDS. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Pelajari Tentang HIV/AIDS


Pelajari Tentang HIV/AIDS

Banyak orang mungkin belum memahami sepenuhnya mengenai secara detail soal HIV/AIDS. Hal ini membuat banyak orang yang mengucilkan ODHA dengan dalih takut tertular. Jadi hal pertama yang perlu kalian lakukan adalah untuk memahami benar tentang HIV agar bisa menjadi perawat/teman yang baik dan melindungi diri sendiri. Kalian juga harus mulai melupakan rasa takut saat berada di ODHA.

Untuk hidup berdampingan dengan penderita HIV, kalian harus mempelajari sejumlah fakta HIV. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari organisasi terkemuka seperti Palang Merah Indonesia, Kemenkes, yayasan peduli HIV/AIDS, dinas kesehatan daerah, atau lembaga bantuan masyarakat di sekitar wilayah kalian. Namun, pastikan forum atau situs tersebut yang telah diverifikasi oleh para ahli ya.

2. Tidak Perlu Bersikap Ketakutan dan Menghindar


Tidak Perlu Bersikap Ketakutan dan Menghindar

Walau tergolong sebagai virus pembawa penyakit menular, HIV hanya dapat berpindah melalui darah atau cairan tubuh saat berhubungan seks, penggunaan jarum suntik, dan beberapa kasus kehamilan serta persalinan. Untuk itu, kalian tak perlu terburu-buru bersikap ketakutan atau menghindar jika kerabat atau orang di sekitar mengidap HIV/AIDS. Para ahli kesehatan di masa kini sudah mengungkap lebih jauh tentang penyebab dan apa saja yang patut dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Artinya. kalian tak perlu berlebihan jika suatu saat nanti harus hidup berdampingan dengan ODHA, baik di tempat kerja atau di lingkungan rumah.

Yang perlu diingat, berdekatan atau bersosialisasi dengan ODHA tidak akan menyebabkan kalian terinfeksi virus HIV. Sebab kenyataannya, virus HIV tidak akan mudah menyebar seperti virus flu. Virus HIV hanya bisa ditularkan melalui kontak darah, air susu, sperma, ataupun cairan vagina. Air susu juga berpotensi menularkan virus HIV dari ibu yang sudah berstatus ODHA kepada bayinya. Sementara sperma ataupun cairan vagina hanya mungkin menularkan virus HIV kepada mereka yang melakukan hubungan seksual dengan ODHA.

3. Jadilah Pendengar Yang Baik


Jadilah Pendengar Yang Baik

Dinyatakan positif HIV bukanlah hal yang dapat diterima dengan mudah. Sebisa mungkin, luangkan waktu jika orang terdekat kalian membutuhkan teman untuk membicarakan penanganan dan perawatan untuk kondisinya atau sekadar ngobrol bersama. Selain itu, kalian juga dapat meluangkan waktu bersama sahabat atau keluarga dalam melakukan kegiatan positif dan menyenangkan bersama-sama.

Dukungan ini penting karena orang yang positif HIV lebih rentan menderita gangguan mental daripada orang negatif HIV. Orang dengan HIV dilaporkan berisiko dua kali lebih tinggi terhadap kondisi depresi. Namun jangan sampai kalian memaksa mereka untuk bersikap terbuka. Biarkan mereka merasa tenang terlebih dahulu dan siap untuk membuka diri.

4. Bantu ODHA Jalani Pola Hidup Sehat


Bantu ODHA Jalani Pola Hidup Sehat

HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS yang sangat berbahaya. Hal ini membuat ODHA rentan terkena penyakit infeksi, stres, dan berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas hidup. ODHA juga membutuhkan pola makan sehat yang kaya akan nutrisi dan gizi, serat dan cairan.

Untuk itu sangat penting bagi ODHA untuk mendapat dukungan dan semangat dalam menjalani pengobatan dan pola hidup sehat. Diperlukan juga perhatian khusus dalam mempersiapkan makanan untuk ODHA, dengan keamanan dan kebersihan makanan sebagai faktor utama. Pastikan tangan, peralatan masak, dan permukaan untuk menyiapkan makanan selalu bersih dan steril.

Kalian juga dapat membantu dan mengingatkan rekan Anda pabila ia masih menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tak sehat tersebut termasuk merokok, mengonsumsi alkohol, atau obat-obatan yang berbahaya. Sebab, rokok, obat-obatan berbahaya, serta alkohol, dapat memberikan efek negatif yang lebih besar pada penderita HIV.

5. Perhatikan Soal Sampah Medis


Perhatikan Soal Sampah Medis

Seseorang yang mengidap HIV sering berhubungan dengan berbagai obat-obat, alat tes, dan jarum suntuk. Kalian harus ekstra hati-hati terhadap sampah medis yang timbul karena perawatan itu, Saat orang yang mengidap HIV menyuntikkan obat atau harus menguji darahnya sendiri (untuk diabetes), tangani jarum suntik atau lanset dengan hati-hati untuk menghindari menusuk diri sendiri. Ingatlah untuk tidak menggunakan tangan secara langsung dan gunakan sarung tangan.

Sama halnya dengan mengenakan sarung tangan karet, kalian harus menggunakan kantong plastik untuk menampung semua benda yang terkena darah, sperma, atau cairan vagina dan juga menjaga supaya barang-barang lainnya tidak terkena. Pastikan juga untuk menutup kantongnya dengan seksama sebelum menempatkannya pada wadah sampah. Kalian harus mematuhi peraturan mengenai penanganan limbah pasien HIV di bawah bimbingan dokter atau departemen kesehatan lokal untuk melindungi keselamatan semua orang.

6. Jaga Privasi ODHA


Jaga Privasi ODHA

Di Indonesia saat ini, HIV/AIDS masih merupakan infeksi yang sangat personal. Apabila orang terdekat kalian menceritakan statusnya yang positif HIV kepada kalian, pastikan untuk menjaga rahasianya dengan baik. Bukan tanpa alasan, menjadi orang yang positif HIV, terutama di Indonesia, masih dibayang-bayangi stigma sosial.

Kesan yang timbul sebagai ODHA masih sangat buruk di mata masyarakat luas. Untuk itu, selalu simpan rahasia orang terdekat kalian yang terinfeksi HIV. Biarkan ia sendiri yang bercerita dengan orang lain, apabila itu memang menjadi keputusannya.

7. Jangan Ragu Minta Bantuan


Jangan Ragu Minta Bantuan

Merawat kerabat atau keluarga yang terinfeksi HIV memang gampang-gampang susah. Jika kalian tidak dapat merawat ODHA sendirian atau tak yakin dengan keamanan diri saat membantu penderita HIV, kalian harus menghubungi dokter sebagai perlindungan diri sendiri.

Jika kalian kewalahan, kalian bisa menyewa jasa petugas kesehatan untuk merawat anggota keluarga atau orang terdekat yang menjadi ODHA. Hal ini juga bisa membuat kalian yang sibuk lebih tenang, karena petugas kesehatan professional pasti akan memberikan perawatan maksimal untuk keluarga tercinta.

8. Jaga Kesehatan Diri Dan Orang Sekitar


Jaga Kesehatan Diri Dan Orang Sekitar

Hal terakhir yang perlu kalian lakukan adalah menjaga kesehatan diri sendiri dan orang sekitar. Kalian tidak dapat merawat penderita HIV jika tidak memiliki tubuh yang sehat. Kalian juga harus menjaga kesehatan sendiri untuk mencegah kelelahan Untuk merawat ODHA dengan lebih baik, kalian juga harus mendapatkan istirahat yang cukup dan berolahraga.

Kalian juga harus menjaga barang-barang pribad. Jangan berbagi pisau cukur atau benda tajam lainnya dengan pasien HIV karena darah pada barang tersebut akan menularkan virus HIV. Perhatikan sampah medis yang tersisa dan jangan sampai hal ini menjadi sarana penularan HIV/AIDS di orang sekita.

Intip juga beberapa informasi menarik lainnya seputar Hari HIV/AIDS Sedunia dalam topic berita di sini. Kalian juga bisa melihat sejarah HIV/AIDS termasuk pertama kali ditemukannya dan fakta soal pernderita pertamanya di sini.

You can share this post!

Related Posts