Biden Tunjuk Lloyd Austin Sebagai Menhan Kulit Hitam Pertama di AS
Getty Images
Dunia

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden telah menunjuk mantan komandan US Central Command, purnawirawan Jenderal Lloyd Austin, sebagai Menteri Pertahanan.

WowKeren - Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden telah menunjuk mantan komandan US Central Command, purnawirawan Jenderal Lloyd Austin, sebagai menteri pertahanan. Hal itu disampaikan oleh sumber yang dekat dengan Biden.

Jika disetujui Senat, Austin akan menjadi keturunan kulit hitam pertama yang memimpin Kementerian Pertahanan AS. Selain menjadi komando US Central Command, semasa aktif Austin pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Austin merupakan satu dari tiga kandidat Menhan AS pilihan Biden. Selain Austin, ada eks Wakil Menhan AS, Michele Flournoy, dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Jeh Johnson, yang juga disebut masuk dalam bursa calon Menhan. Bahkan sempat beredar kabar yang menyebutkan jika Menteri Pertahanan Michele Flournoy disebut-sebut sebagai kandidat perempuan kuat untuk jabatan Menhan era Biden.

Jika Austin nantinya resmi menjabat sebagai Menhan AS, ia akan bertanggung jawab atas 1,2 juta anggota dinas aktif, yang sekitar 16 persen di antaranya adalah anggota kulit hitam. Sejauh ini, hanya ada sedikit orang kulit hitam yang berhasil mencapai posisi komando tinggi. Kebanyakan dari mereka hanya menyandang pangkat rendah.


Ketimpangan tersebut kian jelas selama setahun terakhir ketika tentara Afrika-Amerika dan perempuan menyatakan dukungan untuk gerakan nasional Black Lives Matter melawan rasisme dan kekerasan polisi kulit putih. Berdasarkan permasalahan tersebut, Austin disebut akan menghadapi beberapa tantangan.

Tantangan pertama, mengenai posisinya yang hanya boleh diisi oleh warga sipil. "Dia seharusnya tidak dipertimbangkan untuk alasan yang sama dengan Mattis. Undang-undang melarang pensiunan anggota Angkatan Bersenjata untuk bertugas dalam kapasitas sipil ini. Biden akan menjadi presiden kedua berturut-turut yang melanggar norma ini," cuit Anggota Kongres, Justin Amash di Twitter.

Tantangan kedua, mengenai hubungan Austin dengan industri pertahanan. Setelah pensiun pada 2016, ia bergabung dengan dewan direksi Raytheon Technologies, salah satu kontraktor terbesar Pentagon, dengan kontrak pasokan senjata bernilai miliaran dolar.

Selain itu, ia juga terlibat dengan perusahaan konsultan WestExec Advisors seperti halnya beberapa anggota senior pemerintahan Biden lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan calon direktur intelijen nasional Avril Haines.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts