Kasus COVID-19 di Surabaya Melonjak Lagi, Risma Beri Pesan Ini ke Masyarakat
Nasional

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi pesan untuk masyarakatnya dalam menyambut libur panjang serta tahun baru di tengah kenaikan kasus COVID-19 di Kota Pahlawan.

WowKeren - Kota Surabaya tengah kembali berjuang dalam mengatasi wabah COVID-19 yang disebut makin ganas. Tak main-main, dikutip dari data di situs lawancovid-19.surabaya.go.id per Minggu (13/12) kemarin, 90 persen pasien COVID-19 itu tengah menjalani perawatan alias berstatus kasus aktif.

Wali Kota Tri Rismaharini pun tak menampik krisis tersebut. Karena itulah Risma meminta agar warga Surabaya menahan diri dengan tidak liburan merayakan pergantian tahun.

"Untuk tahun ini saja ditahan dulu liburannya. Saya yakin pandemi ini akan segera clear, sehingga nanti kita akan bisa segera liburan," tegas Risma, Senin (14/12).

Terkait dengan lonjakan kasus positif ini, diakui Risma sebagai imbas libur panjang pada akhir Oktober 2020 kemarin. Ia menyebut kasus sempat melandai, namun karena adanya libur panjang berujung kembali meningkat, meski Risma tak membeberkan secara detail data tersebut.

"Sempat turun hanya sekitar 10 sampai 20 pasien setiap harinya, lalu naik lagi karena ada liburan," jelas Risma, seperti dilansir dari Kumparan, Selasa (15/12). "Memang kasusnya naik, kita ada datanya tapi tidak bisa kita sebutkan."


Karena itulah Risma mengimbau perangkat kampung untuk terus memantau warganya, terutama jika ada yang bepergian keluar kota. Sedangkan bagi warga yang melakukan perjalanan keluar Surabaya juga diminta segera melakukan tes swab begitu kembali.

Risma juga menyarankan agar warga tidak merayakan malam pergantian tahun baru bersama-sama. Bahkan Risma berjanji akan menggelar razia pada malam-malam krusial itu, terutama untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan.

"Saya sudah bicara dengan Linmas dan Satpol PP. Kami menyarankan warga untuk tidak merayakan malam pergantian tahun baru bersama," kata Risma. "Ada sanksinya ya dan sesuai dengan sanksi terkait COVID-19."

"Tahun ini saja ditahan dulu. Insya Allah kalau sudah clear, tahun depan kita bisa kembali seperti sedia kala (merayakan tahun baru)," pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Surabaya juga menyoroti penegakan protokol kesehatan yang melemah di Kota Pahlawan. "Kalau kami perhatikan, kedisiplinan warga mulai menurun sekarang," ujar Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait